Mahasiswa Babel-Jogja Tolak Tambang Timah di Belitung

Mahasiswa Babel-Jogja Tolak Tambang Timah di Belitung
Foto: WALHI Bangka Belitung

Nalar PolitikSejumlah pelajar/mahasiswa asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Yogyakarta menolak keras adanya upaya tambang timah di perairan Laut Pering, Kelapa Kampit, Belitung Timur. Hal itu mengemuka pasca datangnya Kapal Isap Produksi (KIP) di wilayah lepas pantainya.

Mereka, yang salah satunya tergabung dalam Dayang Serumpun Sebalai Yogyakarta, memulai penolakannya dengan menandantangani petisi. Petisi itu bertajuk “Save Laut Belitung! Tolak Penambangan Timah di Perairan Belitung”. Petisi ini sendiri dibuat oleh Ikatan Keluarga Pelajar Belitong (IKPB) se-Indonesia, 4 November 2017.

“Yuk, bantu kami menandatangani dan menyebarkan petisi ‘Penolakan Eksploitasi Timah di Perairan Belitung’. Petisi ini sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat Pulau Belitung yang menolak keras keberadaan Kapal Isap Produksi dan eksploitasi timah di perairan Belitung.” Demikian seruan salah satu anggota IKPB Yogyakarta, Eko Bagus Sholihin, via media sosial Facebook-nya.

Hal tersebut pun digaungkan oleh mantan Ketua IKPB Yogyakarta Oky Surya Ahmad di grup-grup WhatsApp.

“Mohon partisipasinya terhadap gerakan teman-teman Pulau Belitung dalam menolak tambang laut,” serunya.

Perusak Ekosistem

Penolakan ini sendiri sebelumnya sudah dilakukan secara besar-besaran oleh massa gabungan dan masyarakat umum. Mulai dari perkumpulan nelayan, penggiat wisata, aktivis lingkungan, serta aliansi organisasi pemuda dan mahasiswa Pulau Belitung. Mereka bersatu-padu menolak keras adanya potensi pengrusakan alam/lingkungan ini.

Adapun beberapa alasan penolakannya, di antaranya adalah kegiatan tersebut berpotensi merusak ekosistem, seperti rusaknya terumbu karang yang menjadi rumah bagi biota laut akibat pembuangan limbah KIP. Kerusakan ini kemudian akan menyebabkan hilangnya sumber mata pencaharian warganya (nelayan), terutama mereka yang masih menggunakan peralatan tradisional.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai sangat bertolak belakang dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Nasional di wilayah Pulau Belitung sebagai daerah tujuan wisata maritim nasional. Pun ini sangat bertentangan dengan prinsip Nawa Cita Presiden Joko Widodo tentang pengembalian jati diri bangsa sebagai negara maritim.

Dan yang terakhir, secara ekonomi-sosial, jika sampai tambang ini benar-benar beroperasi, maka akan berakibat pada merebaknya tambang-tambang timah ilegal. Hal itu sebagaimana sebelumnya sudah terjadi pada tambang darat di wilayah daerah Belitung ini.

Jadi, untuk kalian yang ingin berpartisipasi mendukung gerakan penolakan ini, silakan klik tautan berikut: Save Laut Belitung! Tolak Penambangan Timah di Perairan Belitung.

Karena bumi ini bukan warisan nenek moyang, tapi titipan anak cucu kita kelak.

___________________

Artikel Terkait: