Mahasiswa dan Pembangunan Desa

Mahasiswa dan Pembangunan Desa
©Berdikari

Mahasiswa dan pembangunan desa merupakan dua entitas yang tidak bisa saling mengabaikan satu sama lain. Mahasiswa, kalangan pemuda, adalah penerus cita-cita bangsa. Sementara desa, pembangunannya, adalah cikal bakal peradaban bangsa.

Sebagai penerus, tentu peran mahasiswa sangat besar dan jadi harapan dari, oleh, dan untuk negeri ini. Bahkan zaman kemerdekaan lalu, kiprahnya sudah banyak jadi pertimbangan.

“Beri aku 10 pemuda, dan akan kuguncang dunia ini.” Demikian penggambaran Soekarno, Presiden RI pertama, tentang betapa besar harapan bangsa ini bagi para pemuda, khususnya bagi mereka yang terlibat di dunia pendidikan (mahasiswa).

Kita tahu, pada era sekarang ini, zaman now, pemerintah pusat terus menggalakkan pembangunan desa. Dana-dana yang tak sedikit terus kucur hingga ke bawah. Semuanya guna terealisasinya pembangunan desa (infrastruktur) di segala sektor.

Dan, dalam rangka mengawasi dana-dana desa tersebut, peran mahasiswa sangat kita butuhkan. Apalagi kita tahu bahwa sudah banyak pejabat korup yang terbukti menyalahgunakan dana-dana tersebut. Imbasnya adalah kemelaratan. Anggaran mereka korup, infrastruktur nihil. Sia-sia.

Meskipun pemerintah telah menerapkan hukum tegas untuk para pelaku pencuri dana desa ini, mahasiswa tetap tak boleh melakukan pembiaran. Pengawalan serta pengawasan adalah hal yang sangat kita butuhkan darinya. Bahwa ini semua hanya untuk menangkis sejumlah pelanggaran yang itu sangat berimbas bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat secara umum.

Ya, semua pembangunan tidak akan berjalan lancar jika tanpa campur tangan mahasiswa di dalamnya. Setidaknya peran mahasiswa adalah ikut mengawasi. Tak boleh berpangku tangan. Mereka adalah harapan satu-satunya bangsa ini.

Ide, pemikiran, serta tindakannya sangat kita harapkan pengejawantahannya di kehidupan riil. Karenanya, mahasiswa harus terus melihat dari dan bagaimana pembangunan desa (juga bangsa) ini terarahkan.

Baca juga:

Mengapa hal itu akan terjadi bila pemuda tidak ikut? Karena pada masa ini, semua perkembangan teknologi makin pesat. Hanya pemuda yang bisa mengikuti masa perubahan ini dengan baik dan mengimplementasikannya pada pembangunan infrastruktur desa.

Untuk itulah tulisan singkat ini hadir. Saya berusaha mengajak-serta para pemuda, terutama mereka yang kini tengah bergelut dan menempuh studi lanjutannya di mana pun, untuk terus bergerak bersama dalam rangka menjaga pembangunan desa ini.