Mata Sophia

Mata Sophia
©Unplash

: Sophia
Wanita yang kucumbui dalam doa pagi yang susut pada ingatan
Setelah gerimis minggu pertama Desember
Malam yang dingin di ubun-ubun kepala
Desahku memuncak
Membanjiri ingat-ingatan yang merimbun di isi doaku

Ah, memoria
Aku tersesat dalam cantik bulan mata puisinya
Sebab isi kepalaku kehabisan kata untuk Sophia

Malam Kantuk

1//
Ilityae
Seperti malam yang telanjur kantuk
Dalam kepalaku
Di luar hujan pertama bulan Desember
Jendela kaca yang belum kelar
Remang lampu kamar
Sedang beranda online dan chatingan sepi
Dilucuti naik turun telapak tangan ku yang rajin

3//
Ilytiae
Perempuan dengan rok setengah
Kunang-kunang yang sering nyangkut di kepalaku mengerang penuh hasrat
Melanda saat pikirku Tuhan sudah tertidur

2//
Ilytiae
Malam kantukku di kepala sebelum meniduri ingatan
Hanya doa Tuhan yang nyangkut di tiang kelambu
Semoga tubuh tidak tergoda rayuan malam menjelang pesta

Memo

1//
Mariana
Nostalgia puisi belum ada judul
Bolehkah kutitip pesanku padu bakul rotimu
Tolong kabarkan kepada buah tubuhmu
Bahwa aku merindu di bibir bulan Desember
Menatap waktu derai hujan di luar jendela kamar

Lamat-lamat dedaunan basah kuyup
Nostalgia
Teringat lagi gubuk jerami di kampung amak
Tempat kami memasang pelita serta lilin menjelang pesta
Takut atapnya jebol

Sedang ibu-ibu sibuk membuat catatan akhir tahun menjelang pesta
Anak-anak suka sekali menutup kepala dengan kantung plastik
Lalu saling berlari kejar-kejaran dengan hujanmu

2//
Mariana
Minggu pertama bulan Desember sebelum hujan pertama
Nostalgia puisi belum ada judul
Di luar jendela kaca kamarku
Saat sembayang kusuk mulai membasahi heningku
Semoga Desember tahun ini
puisiku sudah kuberi judul

Mariana
Wanita
Hujan gaudate

Baca juga:

    Latest posts by Itho Halley (see all)