Matematika: Hafal Tanpa Menghafal

Matematika: Hafal Tanpa Menghafal
©EduCenter

Pertanyaan yang sering menjadi perdebatan bahkan di antara guru matematika sendiri adalah: “Apakah siswa perlu menghafal perkalian 1-10?”

Woke, sebelum kita adu mulut, adu jotos, adu makan, adu ayam, dan adu-adu lainnya, coba kita bedah bagaimana otak bekerja.

Yang akan saya bahas ini adalah sedikit pengetahuan yang saya baca dari buku keren pemenang Nobel Daniel Kahneman yang judulnya Thinking, fast and slow. Saat tahu buku ini, saya benar-benar berburu. Bahkan saya nyaris beli di situs Amazon karena waktu itu saya tanyakan ke penerbit stoknya benaran habis dan nggak tahu lagi bakal dicetak ulang atau nggak.

Untungnya saya tak punya paypal. Dan, Alhamdulillah, beberapa bulan setelahnya versi cetak berbahasa Indonesia terbit lagi.

Apa yang menjadi penelitian Kahneman ini penting banget loh, apalagi buat guru untuk memahami gimana onderdil otak anak bekerja. Jadi, menurut Kahneman ini, manusia berpikir menggunakan dua sistem. Dia cukup sederhana menggunakan istilah untuk membedakan keduanya, yaitu sistem 1 dan sistem 2.

Gampangnya, sistem 1 itu adalah proses berpikir yang lebih mengandalkan kecepatan dibandingkan ketelitian. Sedangkan sistem 2 berarti sebaliknya.

Ciri-ciri ketika proses berpikir pada sistem 1, selain cepat, adalah sering tidak disadari, intuitif, dan otomatis. Sedangkan pada sistem 2, selain proses yang lambat, adalah penuh perhitungan dan kerja keras.

Kapan kita memakai sistem 1, ya ketika kita memproses informasi sederhana, seperti melihat kalender, membaca papan iklan di jalan, membaca ekspresi wajah lawan bicara, menghitung uang yang ada di dompet, dan hal sederhana lainnya.

Sedangkan kita memakai sistem 2 ketika memproses informasi yang kompleks, seperti ketika kita menghitung jumlah semua saldo yang kita punya, menghitung perkalian semisal 34×57, membandingkan beli daster seharga 200 ribu atau beli skincare seharga 180 ribu, memastikan apakah sebuah berita termasuk hoaks atau tidak, dan berbagai macam informasi ruwet lainnya.

Mana yang lebih penting? Ya sama-sama pentingnya. Baik sistem 1 dan sistem 2 kita gunakan bergantian setiap saat ketika berpikir. Kita nggak bisa, kan, terus-terusan berada pada sistem 2 yang lebih fokus, sebab kita akan cepat lelah. Sistem 2 itu boros energi.

Pun begitu sebaliknya, kita nggak bakal bisa berada pada sistem 1 terus, sebab kadang kita butuh keakurasian. Ya, sebab sistem 1 ini sering kali tidak akurat dan presisi.

Nggak percaya? Coba jawab dulu pertanyan di bawah ini.

Seorang kakak 10 tahun lebih tua dari adiknya. Jika jumlah umur mereka adalah 11 tahun, berapa umur si kakak?

Ok,  sudah jawab?

Jawab dulu.

Ya, jika Anda menjawab umur kakak adalah 10 tahun, maka selamat, Anda sudah dikuasai sistem 1 yang nggak akurat. Coba pikirkan lagi jika usia kakak 10 tahun maka usia adik adalah 1 tahun dan selisih mereka berdua adalah 9 tahun. Padahal si kakak 10 tahun lebih tua, kan, ya. Nah itulah miss dari sistem 1.

Halaman selanjutnya >>>
Rachmat Hidayat
Latest posts by Rachmat Hidayat (see all)