Membangun Bersama Menuju Pendidikan Bolmong Hebat

Menuju Pendidikan Bolmong Hebat
Dok. Pribadi

Membangun Bersama Menuju Pendidikan Bolmong Hebat

Pendidikan sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Menyadari pentingnya peranan pendidikan, pemerintah sampai mengalokasikan anggaran 20 persen dari APBN. Tak hanya itu, berbagai kebijakan pendidikan pun terus dilakukan demi kemajuan pendidikan. “Gonta-ganti” menteri sampai kurikulum adalah upaya yang paling sering dilakukan. Semuanya agar pendidikan di negeri ini akan lebih baik.

Sama halnya persoalan yang dihadapi oleh negara. Bicara pendidikan, di daerah juga mengalami hal yang hampir serupa. Tak terkecuali di Kabupaten Bolaang Mongondow yang sudah lebih dari satu dekade ini.

Sejak Kabupaten Bolaang Mongondow menjadi daerah otonom, sudah sejak itu pula tiga kali mengalami pergantian bupati. Tentu telah silih berganti pula nakhoda pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow. Pertanyaannya, apakah pemimpin-pemimpin itu telah mampu menghadirkan perubahan dan perbaikan yang berarti bagi pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow?

Pertanyaan ini mungkin sering terdengar, karena pendidikan memang menjadi perhatian khayalak. Apalagi sejak Yasti Soepredjo Mokoagow (YSM) terpilih menjadi bupati 2017 silam. Ia datang membawa impian dan harapan bagi masyarakat Bolaang Mongondow.

Di tengah mahalnya biaya pendidikan, Bupati YSM menawarkan pendidikan gratis, dengan harapan semua masyarakat Bolaang Mongondow dapat memperoleh pendidikan.

Namun, untuk mewujudkan impian itu menjadi kenyataan bukanlah perkara mudah. Apalagi Daerah Bolaang Mongondow yang begitu besar dan berjubel masalah—tentu saja menjadi PR besar yang harus dibenahi dan diwujudkan selama lima tahun kepemimpinannya. Praktis, orang yang ia percayai untuk mengurusi pendidikan haruslah orang yang tepat dan paham betul masalah pendidikan.

Dua tahun berselang, tepatnya di 2019, Bupati YSM menunjuk Renti Mokoginta menjadi Kepala Dinas Pendidikan. Berbekal pengalaman pernah menjadi guru, Renti Mokoginta paham betul apa harus ia lakukan. Sejak ditunjuk Kepala Dinas Pendidikan di 2019, Renti Mokoginta melahirkan berbagai terobosan untuk mendukung visi dan misi bupati. Terobosan-terobosan itu tertuang dalam tujuan dan sasaran Jangka Menengah Dinas Pendidikan Tahun 2019 – 2024.

Baca juga:

Pendidikan yang Merata dan Terjangkau

Predikat “Induk” Bolaang Mongondow Raya (BMR) tentu menjadi tantangan tersendiri bagi siapa saja yang memimpin daerah Bolaang Mongondow. Wilayah sangat luas, tentunya semua sektor pembangunan harus menjangkau sampai ke pelosok-pelosok.

Hal inilah yang disadari pula oleh Renti Mokoginta dalam rangka pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow. Tentu ia harus memiliki cara agar semua masyarakat terutama di daerah-daerah terpencil dapat memperoleh pendidikan yang sama dengan wilayah lainnya, semisal di perkotaan atau kecamatan.

Makanya, pertama-tama cara yang ia lakukan adalah dengan mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Dinas tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik luring maupun daring melalui jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua dan prestasi. Dengan begitu dapat memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk dapat memperoleh pendidikan di semua sekolah negeri.

Selanjutnya, pembenahan dan pembangunan infrastruktur pendidikan yang terus ia tingkatkan dengan mengalokasikan sebagian anggaran pendidikan. Cara ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta terutama di daerah-daerah terpencil.

Dengan adanya sekolah-sekolah di daerah-daerah terpencil, maka masyarakat tidak perlu lagi turun ke kota. Cara ini pun, selain untuk menekan angka putus sekolah, menghemat biaya bagi masyarakat yang tinggal di daerah terisolir.

Berdasarkan data dari dapodikdasmen Kemendikbud jumlah SD dan SMP di Kabupaten Bolaang Mongondow, pada 2018 baru berjumlah 289 sekolah. Namun, sejak Renti Mokoginta ditunjuk sebagai Kepala Dinas Pendidikan, jumlah satuan pendidikan terus mengalami peningkatan. Di mana, pada 2019 bertambah menjadi 291, di 2020 menjadi 293. Dan saat ini, di 2021 sudah berjumlah 296 sekolah.

Pelayanan Pendidikan yang Berkualitas

Tingkat keberhasilan suatu daerah ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, pendidikan sangatlah penting untuk dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Di era Kepemimpinan Renti Mokoginta, Dinas Pendidikan terus melakukan upaya, dimulai dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anak-anak termasuk masyarakat luas untuk dapat mengenyam pendidikan, peningkatan kualitas dan kuantitas para guru serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai menjadi prioritas utama.

Halaman selanjutnya >>>
Subagio Manggopa
Latest posts by Subagio Manggopa (see all)