Menalar Tuhan

Menalar Tuhan
©Kumparan

Kemarin tiba-tiba hujan ribuan kepala
gundul, gugur mengguyur
di seantero beranda kota antah-berantah
Lantas dengan magis sinis
kembali ditepis para aktivis
“tuan, apa sebab?”

Hari ini, segerombol kucing beranak
beranjak entah, menggondol obrolan
dari para mantan berandalan
yang juga tiba-tiba nimbrung
di pondok, pojok sebuah kota

Di tengah mereka,
seorang gadis meringis tangis
hampir tak sadarkan diri
lantaran tahu terlalu belia bagi kepalanya
‘tuk menalar
Tuhan, di negeri sendiri

“Entah, esok hendak ke mana Tuhan digondol para tuan?” tanyanya
pada seribu kepala
yang nian busuk di sampingnya.

Ledalero, Oktober 2019

Orang Gila dan Persimpangan

Menggila pada persimpangan seumpama
merapal doa banal
pada aspal kian hitam mengental
Buruk? Bukan!
Tak tahu tepatnya.

Aku hanya ingin sekali menjadi gila Tuhan,
Agar sadar bahwa tuanku,
yang tengah menyemir takdir pada bibir getir kami
bukanlah pendosa makar terbesar

Saban hari aku berlari
kemari hingga hampir mati
bisu di simpang ini sekali lagi.
“Ah, apakah aku belum gila juga,” celotehku hati-hati

Di simpang ini
sekali lagi aku coba menggila
Entah tahu salah-benar
apa petunjuk Tuhan
“Apakah aku sungguh gila?”

Ledalero, Oktober 2019

Ada yang Ingin Kupeluk Malam Ini

–Teruntuk Bunda

Ada yang ingin sekali kupeluk malam ini
sekalian juga kulupa namanya siapa
Sesaat sebelumnya ia dekat,
melesat makin nekat
saat tahu kumalu lagi tapi
“Ah, lain waktu saja,” desahku geli

Bibir menggaris pedis, persis meringis
Ada yang hilang di raga ini
saat menjamu dengan selembar doa
Tuhan, yang datang terlalu subuh hari ini
Lesap terdekap, bayangan melekat di pintu maut
Tersemat kuat pada sebait jemari Tuhan
oleh-oleh yang carut kurajut
Entah, apa katanya saat berbalik lagi nanti

Amboi, janganlah lari
Esok mentari tak lagi terbit di pagi
Tapi kuberjanji,
kan ku tilang kau dengan sisa raga rapuh ini!
Sebab,

Ada yang ingin sekali kupeluk malam ini?
walau kembali tak tahu namanya siapa

Ledalero, Oktober 2019

    Carlo Dagur

    Tingkat I STFK Ledalero
    Carlo Dagur

    Latest posts by Carlo Dagur (see all)