Mengapa Umat Islam Mendukung Prabowo?

Mengapa Umat Islam Mendukung Prabowo?
Prabowo Subianto

Nalar WargaJawaban terhadap pertanyaan mengapa umat Islam mendukung Prabowo ini masih misteri. Jika orang tidak suka Jokowi dan apalagi Ahok, saya bisa mengerti. Tetapi, apa yang membuat orang, khususnya sebagaian umat Islam, mendukung Prabowo?

Bahkan, jika diadu membaca Alquran, saya cukup yakin Jokowi akan lebih lancar dibanding Prabowo. Jokowi memang bukan santri, sehingga bacaan Alqurannya masih grotal gratul, tetapi dia pernah disiarkan mengimami salat. Kalau Prabowo?

Tidak ada yang lebih baik menjelaskan fenomena aneh ini selain kenyataan bahwa sebagian umat Islam benci Jokowi. Sebagai alternatifnya, mereka berpaling kepada Prabowo. Namun, apa yang membuat mereka membenci Jokowi?

Lagi-lagi tidak ada jawaban yang memuaskan. Yang paling mungkin terjadi adalah keberhasilan operator politik Prabowo memelintir kebecian terhadap Jokowi yang awalnya kecil menjadi besar.

Lakon “petruk dadi ratu” yang hidup dalam alam pikiran Jawa dimanipulasi sedemikian rupa sehingga dijadikan patokan kultural. Berdasarkan patokan ini, Jokowi yang bukan berasal dari trah elite politik Indonesia dianggap tidak becus berkuasa.

Tentu bukan kebetulan jika para pendukung Prabowo adalah anak-anak Orde Baru yang kebingungan dengan Indonesia pasca-Soeharto. Mereka hanya menangkap satu sisi dari Orde Baru, yaitu stabilitas, tetapi nyaris tidak mengerti apa yang sesungguhnya terjadi secara keseluruhan.

Oleh karena itu, ketika Prabowo datang menawarkan ilusi tentang kepastian, mereka menyambutnya sebagai macan Asia yang ditunggu-tunggu.

Melihat arus psiko-politis ini, Prabowo menggandeng kekuatan Islam politik sebagai sekutunya. Hal ini tidak sulit karena sejatinya dia hanya melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh mantan mertuanya sejak awal 1990-an. “Dandang ketemu tutup”, maka jadilah!

*Amin Mudzakkir

___________________

Artikel Terkait: