Menggeluti Rasa

Menggeluti Rasa
©BP

Laku-laku waktu yang berlalu
Tanpa sedikit pun aku meminta jeda
Di antara lajunya waktu
Detik-detik menggeluti rasa

Tiada yang bisa kukendalikan
Ketika pijar-pijar senja tak lagi ada
Mendung menggantung di kelopak awan
Dan hari ini kupanggilkan hujan itu lagi

Namun aku tak mencari tempat
Yang dikatakan paling aman
Hanya sekadar berteduh
Lembut pada degup dada

Beranjak waktu yang lengang
Kedua tangan bersedekap erat
Memeluk tepat pada hangat
Saat detik-detik menggeluti rasa

Kain Kehormatan

Rupamu sungguh memanjakan
Setia pada kearifan dan kesehajaan
Meliuk-liuk goresanmu oleh tangan malaikat
Yang ikhlas bersama detakan samudra

Hati berbunga dalam balutanmu
Bagaikan raja matram bersamamu
Karena kaulah kain kehormatan kami
Tak ternilai nestapa perih, dengan ait terjun keringat ini

Dan negeri para pemulung
Memboyongmu temani
Mencabik hati suci pertiwi
Riuh pagi yang memancar rindu

Hening

Hening raga tanpa isyarat
Membisukan darah dalam aliran
Dalam rintik langit mulai berucap
Harapan ataukah janji saja

Hening sejenak dalam jiwa
Merasakan kehendak tak terwujud
Janji langit akan bintang
Terjaga dalam ruang kosong jagat raya

Setitik cahaya kian tersenyum
Dalam untaian kata sang langit
Terhapusnya ukiran perih kalbu
Entah waktu atau takdir

Ataukah sekadar tanya dalam embusan napas
Mencari jawaban dalam tanya
Alasan bintang mengisi langitTeringat janji ataukah keinginan hati

Diam

Melapuk dinding berduri
Menggelepak sejuta rintih
Riuh dipandang
Keras mengerang

Tiada teluk terhening
Dirampas simpul bibirnya
Getar raga sukmanya
Tanpa wacana meredam

Ia merenung di sudut tembok
Meratap hidupnya yang pedih
Gulita dijera asa
Tiada lagi selain kelam
Hitam tanpa batas pandang

    Latest posts by Lalik Kongkar (see all)