Menghentikan Lagu Dengkur

Menghentikan Lagu Dengkur
©APP-MI

Hentikanlah lagu dengkur yang kau lantunkan
setiap malam. Sejauh mana mimpi-mimpi
yang kau angankan menari di atas bayang-bayang
semu. Pada sepertiga akhir, para malaikat singgahi
bumi dengan kibasan sayap surgawi. Membawa
sekuntum kembang kasih untuk para hamba yang
melatakan syukur, melantunkan cita, dan
menengadah ampun.

Kibaslah selimut hangat yang menghalau langkah
lunglaimu. Izinkan para malaikat singgah di hatimu
yang tak berpenghuni. Malaikat akan merekahkan
bunga-bunga kasih di pelataran hatimu yang tandus
cinta kasih. Serupa lebah, seraplah cinta kasih
dalam putik dalam kembang itu. Maka kau akan
menghasilkan sebongkah hasil manis selayaknya
madu.

Bekasi, Februari 2022

Ihwal Malam

Malam menuangkan candu kepada para penikmatnya.
Menyeduhnya dalam secangkir hampa.
Dan aku serupa barista yang ingin
selalu menghidangkannya ke hadapan-Mu.
Sehingga ada percakapan yang berlabuh.
Percakapan khidmat serupa doa yang aku pun
tak perlu jawaban seketika. Yang
terpenting adalah pertemuanku
dengan-Mu  akan menumbuhkan
biji-biji rindu. Rindu yang
harus diracik, diseduh
dan diseruput dalam malam-malam candu.

Bekasi, Februari 2022

Ijabah

Tak ada surat ataupun
lontara yang ingin aku
tuliskan untuk cita-citaku
yang menhadang di depan
sana. Hanya sebait doa yang
ingin aku sampaikan
dalam haribaan solat.

Tak perlu diakhiri salam santun,
maturnuwun, dan
terima kasih banyak. Hanya
perlu diakhiri dengan Amin.

Dan jawaban yang aku harap
dari-Mu adalah
Kun Fayakun! Jadilah!

Bekasi, Februari 2022

Kereta Melaju Cepat

Waktu adalah kereta yang memaksamu sebagai masinis
untuk mengarungi lorong sunyi dalam kehidupan.

Sejak stasiun pertama di mana kau dilahirkan
kereta hanya terdiri dari dua gerbong
Gerbong pertama berisi cita dan asa
Gerbong kedua berisi doa orang tua

Setelah sekian lama mengarungi perjalanan
kau akan merasa lelah. Kereta akan rehat
di sebuah stasiun untuk mengisi bahan bakar
serupa semangat yang harus diisi ulang.

Selapas singgah di stasiun tak terasa
kau telah remaja. Selama kereta transit
bertambahlah satu gerbong penumpang,
yaitu gerbong cinta di masa remaja.

Tuas dalam keretamu bekerja dengan keras
membawa tiga gerbong yang berupa
cita, doa orang tua dan cinta. Kau merasa
memiliki wewenang untuk mengantarkan
semuanya ke stasiun kebahagian yang telah dinantikan di ujung
sana.

Semua angan tak sesuai fakta
Kereta melaju semakin tertatih letih
melambat,
Kau sebagai masinis mengambil keputusan
untuk melepas gerbong ketiga dengan sukarela nelangsa.

Tak disangka keretamu melaju dengan deru kencang
menuju stasiun kebahagiaan. Di ujung sana dalam
jarak yang sebentar lagi sampai, samar terlihat
dari uap kereta yang mengepul ada seorang yang menunggumu
dengan mata berbinar menanti kedatanganmu
setelah berjuta mil jarak kau tempuh.

Kata seorang bijak boleh jadi ia adalah
jodoh yang dikirimkan tuhan di waktu
yang memang tak singkat namun
tiba di waktu yang tepat.

Purwokerto, 12 Februari 2022

Perihal Sajian yang Bergizi

Dalam sebuah perjamuan seorang
yang menganggap dirinya materchef ilmu
mengawalinya dengan hidangan busa
dalam mulutnya yang berbuih tanpa
landasan dan ditelan masyarakat
sebagai dage yang mengenyangkan namun tidak bergizi.

Pramusaji lain yang hanya guru biasa di
sebuah desa terpencil di batas kota yang diasingkan
masyarakat dan negara menghidangkan
sebuah buku kepada masyarakat.
Ia berpesan kepada pendengarnya
“tetaplah merasa lapar. Karena dengan begitu
kau akan senantiasa melalanglang buana
mencari remah-remah ilmu tanpa
batas”

Purwokerto, 12 Februari 2022

Kehidupan Kota  yang Melalaikan Pemuda Desa

Di tengah hiruk-pikuk duniawi
Semerbak kehidupan kota acap kali melenakan hati
Walau berdesak-sesak, berhimpit-sempit
pemuda desa senantiasa tergiur memetik benih
kesuksesan dan eksistensi di ladang kota.
Ladang yang tidak ditumbuhi rindang pepohonan namun,
ditumbuhi rimbun pabrik dan lebat gedung industri.
Cita-cita pemuda desa sederhana, mencari benih modal
agar kelak bisa pulang kampung dan menikmati masa tua
dengan leha-leha. Namun, impian itu hanyalah daun kering yang terbakar
nyalang api. Pergolakan dan pergaulan kehidupan kota sangatlah ganas.
Godaan berlalu-lalang, riuh hasutan kawan, nafsu yang belingsatan
membuat tabungan kian terkikis
menyisakan debu dan seekor laba-laba yang selama ini mengasuh celengan
kendi -hadiah ibunya sewaktu ia ulang tahun-
dan pesan ibunya yang terngiang-ngiang dalam benaknya
“Jadilah pemuda yang rajin menabung,
bijak menggunakan tabungan dan berhemat.
Hemat pangkal kaya, Nak”

Saat para pemuda kehilangan markah
Tergiur gemerlap kota  yang megah nan mewah
Maka kehidupan masa tua yang dicanangkan hanyalah
angan yang pudar dan enggan untuk merekah

Purwokerto, 16 Februari 2022

Sebait Pagi

Seorang pujangga mengawali hari
dengan membasuh malam pada matanya
Ia menghela nafas panjang, menghirup aroma buku
perutnya nagih, ia telah disambut dengan setumpuk
kata-kata yang tak akan mampu menumpas
rasa laparnya terhadap ilmu.
Secangkir puisi ia seruput dengan nikmat
setelah itu ia meracau layaknya burung
merokok dan mengepulkan otaknya
memanaskan kata-kata yang akan
dihidangkan kepada
para pembaca yang menanti di luar sana.

Purwokerto, 16 Februari 2022

    Yanuar Abdillah Setiadi
    Latest posts by Yanuar Abdillah Setiadi (see all)