Menjadi Liberal

Menjadi Liberal
©Merriam-Webster

Menjadi Liberal

Konotasi liberal sering kali dimaknai negatif. Hal ini disebabkan kata liberal memiliki arti kehendak untuk bebas, melepaskan diri dari berbagai belenggu yang mengekang.

Liberal atau liberalisme adalah aliran pemikiran yang memiliki banyak pengaruh terhadap perkembangan peradaban manusia. Pada abad ke-19, paham liberal banyak dianut oleh negara-negara Eropa dan Amerika Selatan untuk mengkritisi institusi politik yang sudah mengakar. Beberapa tokoh-tokoh aliran liberalisme di antaranya John Locke, Jhon Dewey, Jean-Baptiste Say, Thomas Malthus, dan David Ricardo.

Abad 20, aliran liberalisme yang di mana tokoh-tokohnya adalah seorang psikolog, banyak bersinggungan dengan aspek psikologi perkembangan, telah memberikan warna baru pada psikologi manusia yang lebih mementingkan tindakan individu daripada aspek kebermanfaatan.

Liberalisme berpandangan tindakan seseorang akan memberikan efek terhadap perubahan. Liberalisme banyak membicarakan tentang manusia yang memiliki kebebasan individu, dan melawan pengekangan.

Merujuk pada sejarah liberalisme, muncul atas berbagai reaksi atas penindasan yang dilakukan oleh bangsawan, kaum politisi, dan kaum agamawan. Berkembang pesat pada abad ke-18 dan 19, khususnya di Prancis dan Inggris, liberalisme muncul sebagai perlawanan terhadap kekuasaan absolut raja, bangsawan, dan gereja. Pada dasarnya, liberalisme muncul atas kekalahan masyarakat terhadap kekuasaan absolut yang menindas.

Pemaknaan terhadap pemikiran liberalisme perlu dikembalikan kepada pemkanaan secara positif, yaitu aliran pemikiran atau paham yang menghendaki kebebasan atas kungkungan sistem dan aturan yang merugikan orang banyak.

Selama ini kita terjebak pemahaman yang keliru atas liberalisme. Justru saat ini yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat ialah melawan penindasan, pemiskinan, dan sebagainya yang dilakukan oleh sistem dengan menggandeng dogma-dogma moralistik.

Baca juga:

Menjadi liberal dalam tulisan ini dimaksudkan untuk mengembalikan pemahaman liberalisme sebagai antitesis dari berbagai penindasan.

Saat ini, kita menemukan banyak aturan-aturan yang tidak manusiawi dan tidak masuk di akal. Berbagai macam peraturan, baik bersifat Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, dan sebagainya justru banyak mengekang kebebasan individu sebagai seorang warga negara yang dijamin hak dan hidupnya oleh negara.

Penindasan Melalui Sistem

Hazrat Pir mengatakan jangan ajarkan keadilan kepada masyarakat jika dirimu saja belum bisa berlaku adil. Makna atas keadilan akan tercapai jika negara sebagai pembuat sistem mampu melihat secara mendalam apakah kebijakan yang dibuat benar-benar diperuntukkan untuk kemaslahatan orang banyak ataukah sebaliknya.

Pembuat kebijakan harus benar-benar memahami ideologi Pancasila sebagai asas dalam melakukan tindakan, baik secara politik maupun secara individu.

Kebijakan yang ada saat ini justru banyak membuat masyarakat berteriak. Misalnya ketika kita melihat kebijakan mengenai TAPERA (tabungan perumahan rakyat). Kebijakan ini ketika digali secara mendalam justru banyak merugikan masyarakat. Kebijakan Tapera banyak mendapatkan sorotan, mulai dari yang pro dan sampai pada yang kontra.

Banyak masyarakat yang mempertanyakan perihal 2,5% potongan dari gaji yang mereka dapatkan. Pemerintah yang memberikan alasan atas peraturan ini mengatakan bahwa masyarakat akan menabung gaji untuk dipergunakan di masa tua dan untuk mendapatkan rumah tempat tinggal.

Pertanyaannya ialah, apakah Tapera ini akan diberlakukan secara menyeluruh atau hanya sebagian kelompok pekerja? Selanjutnya ialah, apakah bagi masyarakat yang sudah mendapatkan warisan rumah, memiliki tanah sendiri atau bahkan bisa membeli rumah sendiri, masih tetap diwajibkan untuk gajinya dipotong?

Pertanyaan mendasar di atas haruslah dijawab oleh mereka yang memiliki kebijakan terhadap peraturan ini. Sebab aturan tersebut haruslah berlaku adil kepada semua warga negara tanpa terkecuali sebagaimana liberalisme muncul sebagai interupsi terhadap kebijakan yang tidak dilakukan secara adil dan merata.

Halaman selanjutnya >>>
Asman
Latest posts by Asman (see all)