Menulis Esai Itu seperti Bercinta

Menulis Esai Itu seperti Bercinta
©FB

Ibarat aktivitas bercinta, menulis esai yang baik pun harus demikian.

Apa itu esai? Apa perbedaan esai dengan opini atau berita? Bagaimana struktur narasinya?

Tiga pertanyaan di atas menjadi fokus bahasan kami di Kelas Menulis Esai yang diselenggarakan Ikatan Pelajar Mahasiswa Majene-Yogyakarta. Antusiasme peserta membuat puluhan yang terlibat seperti ribuan saja.

Dalam menulis esai, setidaknya ada 5 (lima) hal yang mesti jadi penekanan. Di antaranya adalah PENDEK, SATU TOPIK, MENARIK, serta gabungan PENDAPAT dan DATA. Dari sinilah definisi esai itu terbentuk.

Meski pendek dan menarik itu relatif, tetap harus ada pedoman khusus untuk mendekatinya. Jangan terpaku pada patokan media-media massa soal batasnya. Jangan pula menganggapnya menarik berdasar subjektivitas semata.

Pendek, misalnya, fokusnya tidak melulu pada jumlah karakter atau kata. Sebab yang lebih penting adalah apakah sebuah esai itu sudah menyelesaikan satu topik utama atau tidak.

Sebuah esai pun disebut menarik jika si penulis mampu menghadirkan tokoh cerita. Kalau tidak, maka melibatkan pembaca dalam pengalaman konkret dan argumen sebagai teman dialog adalah keharusan. Itu sebabnya memikirkan minat dan level informasi pembaca menjadi penting.

Meski turut mengandalkan keluasan wawasan, kedalaman pemahaman, serta ketajaman argumen, si penulis esai tidak boleh membangun pendapat atau opini layaknya curhat. Data atau realitas tetap harus jadi dasar berpijak, tidak sekadar seperti menjawab pertanyaan Facebook—What’s on your mind?

Soal struktur narasi, perkara ini sangat sederhana. Seperti umumnya sebuah tulisan lengkap, esai pun cukup memuat pembuka, isi, dan penutup saja.

Tapi, selain butuh pengemasan yang menarik, bagian pembuka (lead) harus langsung merangsang masalah. Rangsangan ini kemudian dikembangkan hingga tamat di bagian isi. Lalu, menutupnya dengan kesan (klimaks).

Ibarat aktivitas bercinta, merujuk ajaran guru saya Ayu Utami, begitulah proses pembentukan struktur narasi esai yang baik.

Baca juga:
    Latest posts by Maman Suratman (see all)