Mereka Sibuk

Mereka Sibuk
©Berkeadilan

Mereka Sibuk

Dik, akhir-akhir ini
Banyak kawan telah berteduh
Di teras-teras yang sejuk
Mereka nyaman berkerumun di sana
Menikmati hidangan intrik politik

Menghabiskan malam dan tenaga
Bicaranya hanya itu-itu saja

Dik, banyak kawan
Tak lagi menikmati teriknya mentari
Mereka sibuk dengan pembicaraan
Rumah yang akan ditempati selamanya
Untuk waktu yang singkat

Kini rasanya sulit menemukan
Mereka pada lembar-lembar pengetahuan
Sedang mereka asyik bercengkerama
Dengan tuan-tuan yang fotonya
Ramai di emperan jalan penuh debu

Dik, mereka sibuk bicara keadilan
Bertukar pikiran tentang kesejahteraan
Sementara jalan-jalan yang dilewati
Penuh lubang sejak janji tak menemukan tempat

Sekarang kawan kita banyak
Namun mereka hilang
Hanya ada dalam lingkaran
Politik dan cari aman

Morotai, 15 Januari 2024

Suara dari Angan

Di sini kau bisa nikmati segalanya
Makanan, minuman, bahkan pakaian
Semuanya gratis, sepeserpun tak bayar

Di sini ramai, banyak teman
Bagi kami saban hari adalah keramaian
Setiap detik adalah kebisingan
Kau bisa tertawa terbahak-bahak
Tak ada yang melarang

Di sini penuh, bahagia
Bila matahari menyelinap lewat jendela
Maka kau disambut kehangatan
Orang-orang menyapamu dengan ramah
Juga dengan seduhan kopi

Namun, semua itu hanya ada
Pada angan manusia yang belum merdeka
Mereka yang hidup dalam kemiskinan
Mereka yang hidup dalam penggusuran
Mereka yang hidup dalam bayang-bayang ketakutan

Lautan, 04 Januari 2024

Pelangi

Kini pelangi tak muncul di langit
Tak juga tercipta setelah hujan

Sekarang bisa ditemukan

Di sudut-sudut jalan
Dan tempat-tempat keramaian
Bahkan ada di pintu rumah
Punya mata dan berpakaian rapi

Kini pelangi abadi
Dengan bermacam-macam warna
Juga beragam janji-janji

Tentang gratis-gratis
Tentang keadilan
Tentang kesejahteraan
Meski hanya janji

Morotai, 20 Januari 2024

Kawan

Kawan, gemuruh langit
Meniupkan trompet perang
Menciptakan kegaduhan
Antara para dewa kematian

Kawan, jangan dulu mati
Kita masih dikebiri
Kau harus berdiri
Tetap pada kaki sendiri

Langit menciptakan panggung
Menentukan takdir untuk bertarung
Membanjiri janji-janji yang melengkung
Walau ujung-ujungnya berkabung

Kawan, ayo melawan
Kau tak boleh hilang
Jalanan rindu corong perubahan
Dan nyanyian perlawanan

Morotai, 20 Januari 2024

Baca juga:
Fikram Guraci