Mereka Tak Ragu Usung Eks Koruptor

Mereka Tak Ragu Usung Eks Koruptor
Ilustrasi: LINE Today

Nalar PolitikTerjadi polemik tentang keberadaan eks koruptor di pemilu legislatif 2019. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak awal konsisten menjadi salah satu partai yang menolak eks koruptor sebagai caleg.

“Seorang eks koruptor bisa saja bertobat. Tapi biarlah itu menjadi urusannya dengan tuhan. Sedangkan kita harus secara tegas menunjukkan sikap bahwa seorang eks koruptor tidak bisa lagi menempati posisi publik yang menentukan hidup masyarakat banyak,” kata Ketua Umum PSI Grace Natalie.

Tetapi bagi partai-partai lain, misalnya Partai Gerindra, memilih untuk tidak ragu mengusung eks koruptor. Data dari Bawaslu RI menunjukkan, Gerindra adalah partai yang paling banyak mengusung eks koruptor sebagai caleg, yakni 6 orang; disusul Hanura (5 orang), Partai Berkarya, Partai Golkar, serta Partai Demokrat (masing-masing 4 orang), dan lain sebagainya.

Eks Koruptor 1

Memang, pada 2004-2018, KPK telah menetapkan 911 orang sebagai tersangka. Jika ditilik dari latar belakang para pelaku, anggota DPR/DPRD adalah yang paling banyak.

“OTT yang menjaring politisi yang korup merupakan bukti kegagalan partai politik dalam mengelola internal organisasi mereka masing-masing,” jelas Sekjen PSI Raja Juli Antoni.

Eks Koruptor 2

Sementara, pada 2018, tahun ini akan menorehkan rekor fantastis soal kepala daerah yang jadi tersangka KPK. Jumlahnya hampir dua kali lipat, yakni sebesar 19 orang, dibanding 2017 dan 2016 (masing-masing 10 orang).

Eks Koruptor 3

Indeks persepsi korupsi Indonesia pun, pada 2012-2017, masih jalan di tempat. Belum ada perubahan yang signifikan. Sebagaimana temuan Tranparency International, ada skala 0-100 dengan semakin tinggi angka indeks, semakin bersih sebuah negara. Dan Indonesia bertengger di skala 32-37 dalam 6 tahun terakhir.

Eks Koruptor 4

Sumber dari ICW menyebutkan, total kerugian negara akibat korupsi setiap tahun ini mencapai Rp1 triliun. Itu bisa digunakan untuk membangun 10 KM jalan tol atau setara nilai pembangunan infrastruktur di 1.250 desa per tahun dalam skema Dana Desa.

Eks Koruptor 5

Meski demikian, masyarakat Indonesia tetap percaya akan keseriusan Presiden Jokowi melawan korupsi. Itu muncul secara konsisten dalam survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) tahun 2016-2018.

Eks Koruptor 6