Minggu Tetap Belajar Bersama Guru Merdeka Belajar

Minggu Tetap Belajar Bersama Guru Merdeka Belajar
©Dok. Pribadi

Guru merdeka menemukan paduan yang pas antara tuntutan kurikulum, kebutuhan murid, dan situasi lokal.

Malam Minggu kemarin, adik sepupuku, Zulfi, yang merupakan seorang dosen di Majene, Sulawesi Barat meneleponku. Ia menanyakan padaku, apakah aku ingin bergabung dengan kegiatannya berkumpul dengan guru-guru di hari Minggu. Aku katakan padanya, aku punya kegiatan seperti biasa saja tapi aku siap bergabung dengannya.

Akhirnya, pada Minggu pagi, 14 November 2021, aku pun menyetop mobil angkutan umum, pete-pete, dari Campalagian menuju ke Majene. Perjalanan ke sana jika ditempuh dengan naik motor sekitar setengah jam (30) menit. Namun, karena aku naik pete-pete, perjalanan kurang lebih ditempuh selama sejam. Ini karena sopir sering berhenti menaikkan dan menurunkan penumpang.

Tiba di kota Majene, aku tidak langsung ke aula Lembaga Pengembangan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Barat yang terletak di daerah Rangas tempat kegiatan ini diselenggarakan. Tapi, aku singgah di rumah seorang sahabat, Jamilah, agar diantar ke LPMP yang jaraknya sekitar kurang lebih 3 KM dari kota Majene.

Jamilah menyempatkan diri membuatkan jus alpukat mentega sebelum ia mengantarku. Akhirnya, sebelum jusnya habis, karena takut terlambat, jusnya pun dibungkus. Dan kami pun berangkat. Ternyata, walau jam sudah menunjukkan hampir jam sebelas pagi, dan teman-teman guru sudah banyak yang hadir, pengisi acara alias guru-guru belum datang. Rupanya mereka yang ditunggu adalah guru-guru yang berasal dari Pinrang, Sulawesi Selatan.

Di dalam aula, dari pengamatanku, peserta kegiatan yaitu para guru tidak banyak yang hadir. Dari kurang lebih seratus kursi yang ada, yang terisi hanya seperempatnya. Sayang sekali, padahal dari layar kegiatan ini bertajuk “Road to Temu Pendidik Nusantara VIII, Merayakan Asesmen Mendesain Ekosistem Merdeka Belajar” terlihat keren sekali.

Tak lama kemudian, beberapa peserta tampak baru datang, Risma seorang mahasiswi cerdas yang lagi PPL. Lalu Sita seorang guru honorer yang berdedikasi tinggi telah menjapriku di WhatsApp dengan mengatakan on the way (OTW). Ia akan segera bergabung dengan teman-temannya karena jarak ke Majene agak jauh dari tempat tinggal mereka.

Zulfi sebagai ketua panitia acara ini pun memandu kegiatan dengan mengajak para ibu  dan bapak guru, adik-adik mahasiswa untuk sharing pendapat mereka tentang guru ideal. Ia sangat komunikatif sehingga banyak sekali guru yang berkomentar, mulai dari seorang guru yang mengingat gurunya yang mengajarkan pelajaran Fisika dengan sangat asyik sehingga ia pun tertarik mengambil jurusan Fisika. Seorang guru yang bangga dan bahagia pada semua guru yang mengajarnya sehingga tampak semua guru ideal di matanya.

Sampai pada seorang adik mahasiswa yang mempertanyakan guru Bimbingan Konselingnya (BK) yang tidak amanah dengan menceritakan curhatan hatinya kepada guru lain. Hal ini kemudian ditanggapi oleh sesama guru BK.

Hampir Duhur, rombongan guru-guru dari Pinrang pun datang. Mungkin ada sekitar delapan orang ibu dan bapak guru, ada juga membawa anaknya. Mereka bergantian mengisi kegiatan ini.

Mulai dari yang menjelaskan tentang asesmen pengajaran mata pelajaran PKN untuk anak SMP yang terkadang di pandang sebelah mata oleh anak-anaknya karena dianggap pelajaran ini kurang menarik. Sehingga guru ini melakukan assesmen pada siswanya. Ia mencari tahu apa kebutuhan siswa-siswinya dengan cara diskusi, wawancara, pengamatan, dan lain sebagainya. Sampai pada penjelasan guru Bahasa Inggris di SMK di Ujung Lero, Pinrang yang banyak bersinergi dengan pemerintah desa setempat.

Semua penjelasan guru-guru yang berdasarkan pada pengalaman nyata mereka dalam mengajar. Tetapi, karena waktu yang tidak memungkinkan, mereka yang semula ingin memberikan kuis bagi para peserta dengan beberapa pertanyaan menjadi tidak terlaksana. Agak  mengecewakan memang, apalagi desain power pointnya keren, slide-nya bagus-bagus tapi kurang maksimal. Belum lagi penjelasan tentang kegiatan ini atau komunitas ini belum terjelaskan dengan baik melalui penjelasan di layar.

Tetapi ketika istirahat, salat, dan makan (ISHOMA), aku sempat berkenalan dengan bu Ria yang juga sempat menjadi pembicara untuk sharing sedikit tentang GBN yang “independent” ini. Ia pun menyarakan mencari informasi tentang Najeela Shihab dan komunitas guru belajar di media sosial.

Kemudian, merekomendasikan beberapa buku bagus yang mereka jual untuk dibaca, yaitu Merdeka Belajar di Ruang Kelas oleh Najeela Shihab dan Komunitas Guru Belajar yang termasuk Best Seller. Ada juga buku Diferensiasi Memahami Pelajar untuk Belajar Bermakna dan Menyenangkan oleh Najeela Shihab dan komunitas guru Nusantara.

Apa Itu GBN?

Guru Belajar Nusantara (GBN) merupakan komunitas guru yang menerapkan konsep Merdeka Belajar bagi pelajar agar belajar itu menjadi bermakna dan lebih menyenangkan. Merdeka Belajar adalah suatu cara memindahkan wewenang belajar pada pelajar dan memfasilitasi mereka yang semuanya berefleksi pada tujuan agar anak mampu mempelajari dan menjawab tantangan hidup.

Menurut buku Merdeka Belajar di Ruang Sekolah yang ditulis oleh Najelaa Shihab dan komunitas guru belajar (2020), proses belajar yang bermakna mensyaratkan kemerdekaan guru dan murid dalam menentukan tujuan dan cara belajar yang efektif. Guru merdeka menemukan paduan yang pas antara tuntutan kurikulum, kebutuhan murid, dan situasi lokal. Murid merdeka menetapkan tujuan belajar bersama, memilih cara belajar yang efektif, dan terbuka melakukan refleksi bersama guru.

Kegiatan road to Temu Pendidik Nusantara ini sangat menarik apalagi temanya “Merayakan Asesmen Mendesain Ekosistem Merdeka Belajar”. Namun menurutku kurang promosi yang gencar saja, sehingga sedikit guru yang hadir. Seandainya para guru menerapkan asesmen, mereka tentu saja merasakan manfaatnya bagaimana membangun strategi belajar para siswa-siswi.

Benar kata Zulfi, komunitas ini adalah komunitas yang dibangun dengan “kesadaran” sebagai guru dan pesertanya harus sadar sebagai guru yang mendidik (pendidik) harus terus belajar untuk meng-up grade dirinya sendiri. Hmmm… Siap jadi guru Merdeka Belajar?

    Zuhriah
    Latest posts by Zuhriah (see all)