Mungkinkah Gerindra Akan Menggeser Posisi PDIP?

Mungkinkah Gerindra Akan Menggeser Posisi PDIP?
©SMOL

Diskursus tentang Ganjar yang santer akan dicawapreskan untuk Prabowo bukan datang ujug-ujug. Pasti ada pola hitung-hitungan masuk akal.

Oleh siapa, oleh banyak pihak dan banyak kepentingan.

Kalau dukungan itu datang dari dalam, bukan mustahil justru dari pendukungnya yang realistis setelah membaca peta yang ada. Dan kita tahu bahwa mereka yang realistis biasanya mendasarkan semua keputusan dari data bukan emosi.

Pilihannya sederhana, sekarang jadi wapres, lima tahun lagi presiden.

Kalau dukungan itu datang dari luar, banyak pihak dapat dijadikan TSK. Mulai dari mereka yang sekadar ingin ngelèdèk Ganjar hingga mereka yang ingin pilpres cukup berjalan satu putaran saja dengan banyak pertimbangan, dari mulai biaya yang murah hingga persatuan nasional yang harus tetap dijaga.

“Bagaimana dengan PDIP?”

Mewapreskan capresnya untuk Prabowo jelas akan menggerus elektabilitas partai itu. Keterwakilan mereka kelak di Senayan akan tiba-tiba berada di bawah Gerindra, misalnya, itu jauh lebih menakutkan dibanding kalah pilpres.

Punya satu kader menjadi wapres tapi mengorbankan elektabilitas partai bukan ide masuk akal bagi PDIP di bawah bu Mega. Apa pun hasilnya, mereka akan lanjut dengan membawa capresnya sendiri.

Baca juga:

“Tapi apakah itu juga jaminan PDIP akan tetap menang di parlemen?”

Itu dia….

Bila di luar sana ada partai yang selalu konsisten naik elektabilitasnya dari bulan ke bulan, di sana ada di Gerindra. Survei terakhir, meski masih kalah dengan PDIP, selisihnya tinggal nol koma saja.

Hasil survei versi Vox Populi Research Center, PDIP masih mempertahankan peringkat pertama dengan elektabilitas 17,4 persen. Di urutan kedua, muncul Gerindra dengan 17,0 persen.

Padahal, dari lembaga survei yang sama, pada Februari lalu, Gerindra baru mendapat angka di bawah 12 persen saja.

Kalau data itu yang kita pakai, bukankah konsistensi kenaikan Gerindra pasti juga punya korelasi dengan coattail effect atas pencapresan Prabowo?

Data survei vox populi juga berkata bahwa PDIP merosot hingga 4 persen gegara sikap dan penolakan dua Gubernurnya pada Piala Dunia U20 FIFA. Ketika salah satu Gubernur itu adalah Ganjar, adakah coattail effect Ganjar sebagai bacawapres PDIP saat itu terbukti juga turut mewarnai penurunan tersebut?

Memperhatikan gerak naik keterpilihan Prabowo saat ini, di 2024 nanti, bukan cuma Prabowo yang akan terpilih jadi presiden tapi Gerindra pun berpeluang besar mendapatkan kursi terbanyak di Senayan dan menggeser posisi PDIP pada urutan kedua.

Baca juga:

*Leonita_Lestari

Warganet
Latest posts by Warganet (see all)