Musim Paceklik

Musim Paceklik
©detik

Situasi mendadak mencekam
Merengkuh jiwa-jiwa yang tenang
Mengingatkan agar tak abai dengan lingkungan sekitar
Perlahan mulai beranjak mencekam

Sekarang sudah tidak lagi sama
Dulu kita leluasa bercengkerama
Di sudut tembok cerita
Tempat kita saling menatap dan bercerita

Garis hitam-kuning mulai terpampang di samping-samping rumah
Dipasang oleh mereka yang berbaju merah
Usai terkonfirmasi dari pusat rumah
Penanda sedang ‘isoma’ di rumah

Kita sekarang harus berjarak
Walau semula tak ada jarak
Semula tak ada sekat
Kini mulai tersekat

Kamu jaga dirimu
Aku jaga diriku
Karena dengan begitu
Kita bisa sama-sama saling menjaga

2021

Dua Dimensi Berbeda

Di pagi buta
Langit telah meruntuhkan air mata
Memberikan nyawa dan energi
Kepada tumbuhan dan penghuni bumi

Di dalam hati para buruh
“Semoga hujannya terus awet sampai sore”
Di dalam hati pada bos
“Cepatlah berlalu hujan agar kantong-kantong sakuku terus terisi”

Teriak hati para buruh
Bagaikan sepasang sandal jepit
Tak bernilai
Bahkan tak berharga

Peluh keringat dan bau badannya
Bukan sebagai mata air di tengah gurun
Yang sangat dibutuhkan
Bernilai dan sangat berharga

2021

Surat Duka

Kutulis surat ini
Kala langit sedang menangis
Menyaksikan segerombolan bengis
Menyemai rasa muskil.
Wahai, Raja bengis
Berhentilah membuat tangis!

Kutulis surat ini
Kala ibu pertiwi sedang susah
Karena rakyat berkeluh kesah dan susah.
Wahai, Ibu Pertiwi
Makmur dan suburlah
agar rakyat sejahtera!

2020

Senandung Hujan

Rintik hujan perlahan membasahi ibu pertiwi
Membasahi segala kegersangan
Menghadirkan kesejukan
Menghidupkan kehidupan

Hujan
Rintikmu kecil tapi tajam
Menghujam tanah di atas permukaan
Merasuk jauh ke dalam
Hingga kau tutupi rongga pernapasan

Hujan
Kenapa kau disebutkan sebagai rahmat semesta alam
Padahal kehadiranmu tak selalu dirindukan oleh banyak orang
Kau tetap setia pada awal tujuan penciptaan

Hujan mengajarkan jatuh tak selamanya
lemah dan tak bermanfaat
Bahkan hujan jatuh untuk menyuburkan apa
saja yang dihinggapinya dan memberikan
manfaat untuknya

Aku ingin sekali menjadi hujan
Memberikan sejuta kebermanfaatan
Walau kutahu tak akan seikhlas hujan
yang bercucuran langsung dari rahmat Tuhan

2022

    Andika Chosy Pratama
    Latest posts by Andika Chosy Pratama (see all)