Nadiem Makarim dan Reformasi Sistem Pendidikan Feodal

Nadiem Makarim dan Reformasi Sistem Pendidikan Feodal
©CNBC

Nalar Warga – Sistem pendidikan di Indonesia sudah terjebak dengan sistem pendidikan feodal yang menciptakan kelas di tengah masyarakat. Apa pun ukurannya adalah nilai dan indeks prestasi. Itu sebagian besar dasarnya adalah hafalan dan textbook.

Dari sana ada istilah sekolah favorit, kampus favorit, bintang kelas, bintang sekolah. Apa yang terjadi? Dari sekolah, murid/mahasiswa terjebak dalam seni berkompetisi ala kapitalis untuk mengejar rating.

Hanya siswa yang punya rating tinggi bisa masuk sekolah rating tinggi. Hanya siswa yang berasal dari sekolah rating tinggi yang bisa masuk kampus rating tinggi. Kalau mereka terjun ke masyarakat, terjadi kebingungan. Karena rating itu tidak efektif melahirkan inovasi dan kreativitas.

Yang terjadi adalah lahirnya komunitas eksklusif raja nyinyir dan pengeluh. Mudah terprovokasi jadi follower kadrun.

Mereformasi sistem pendidikan yang sudah berakar sejak lama dan mengubah paradigma feodal menjadi egaliter ke dalam sistem pendidikan tidak mudah. Semua pakar pendidikan lahir dari sistem pendidikan feodal.

Untuk itu, diperlukan orang yang bisa berpikir out of the box. Pilihan Jokowi kepada Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan adalah tepat.

Mengapa? Ini berkaitan dengan visi dan misi Jokowi pada periode kedua ini, yaitu menciptakan SDM yang berkualitas, sanggup menghadapi perubahan zaman yang cepat. Singkatnya, diperlukan adanya reformasi pendidikan nasional kalau kita ingin berubah.

Apa kelebihan Nadiem Makarim? Karena dia sudah buktikan. Dalam mengembangkan bisnis Gojek, yang dalam waktu relatif singkat, dapat mengubah sudut pandang orang dalam menggunakan jasa angkutan dan cara berbelanja.

Bukan itu saja. Nadiem Makarim juga mampu mengubah mindset jongos menjadi mental entrepreneurship bagi semua driver anggota Gojek. Antara konsumen, mitra, dan pengelola, terjadi hubungan yang egaliter. Bukan feodalisme.

Tugas Nadiem Makarim adalah mereformasi sistem pendidikan dari feodal ke egaliter untuk lahirnya SDM yang berkualitas, mandiri, dan kreatif.

Selamat bekerja, Pak. Semoga tidak seperti Anies yang berujung pemecatan.

*SalmaBrecht

Baca juga:
Warganet
Latest posts by Warganet (see all)