Najwa Menteri Sosial, Khofifah Gubernur

Najwa Menteri Sosial, Khofifah Gubernur
Khofifah dan Najwa Shihab

Beberapa bulan lalu, sempat santer bahwa Najwa Shihab akan menggantikan Khofifah sebagai Menteri Sosial. Isu tersebut viral di media sosial. Namun akhirnya semua itu tidak menjadi kenyataan. Presiden Jokowi kemudian mengangkat Najwa jadi Duta Baca, Khofifah tetap menjadi Menteri Sosial.

Namun pertanyaan selanjutnya, jika Khofifah benar mendeklarasikan diri menjadi kontestan Pilkada Jatim 2018, siapa yang akan menggantikan? Mungkinkah penggantinya adalah Najwa Shihab?

Untuk sementara waktu, asumsi saya adalah Najwa. Boleh saja para pembaca menerka-nerka selain Najwa. Tidak dosa kok! Ini prediksi politik.

Berangkat dari sebuah pertanyaan, kenapa Najwa Shihab begitu mudahnya memutuskan kontraknya dengan Metro TV? Bukankah ini sebuah sinyal politik bahwa Najwa mau menjadi Menteri Sosial?

Kita tahu semua bahwa acara talk show Mata Najwa hari ini masih ada di puncaknya. Semua golongan sangat meminati acara ini, khususnya generasi milenial. Rating acara ini pun sangat tinggi.

Namun di tengah era keemasannya, dengan sangat mengejutkan bahwa presenter cantik itu menyatakan memberhentikan acara Mata Najwa. Apakah ada udang di balik batu?

Sangat tidak mungkin memberhentikan acara Mata Najwa karena sudah muak atau alasan lain, kecuali memang ada tawaran yang lebih besar. Dalam politik, tidak ada makan siang gratis.

Tangga awal yang Jokowi berikan ke Najwa sebagai Duta Baca mungkin lebih merupakan batu loncatan menuju Menteri Sosial, agar Najwa mempunyai aktivitas politik. Sangat etis memang, sebelum dia menjadi Menteri Sosial, terdahulu meng- off-kan acara Mata Najwa. Semua sudah diskenariokan. Politik yang Jokowi bangun memang sangat etis.

Baca juga:

Indikasi lain, setiap ada kunjungan Presiden Jokowi, Menteri Sosial ini tidak begitu sering terlibat dalam rombongan, yang seharusnya dia harus banyak membantu Presiden yang berkaitan dengan sosial, apalagi Jokowi sering turun lapangan. Menurut satu sumber, Khofifah memang tidak banyak kerjaan di Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Kelihatan bagaimana Jokowi tidak suka dengan Menteri Sosial ini. Namun karena Khofifah mempunyai banyak basis massa, dan agar pendukungnya tidak sakit hati, caranya adalah merestui Khofifah maju pada Pilkada Jatim 2018.

Bagaimana posisi Najwa Shihab sebagai Duta Baca? Karena kedudukan Duta Baca hanya buat lompatan, otomatis ia harus meninggalkannya. Hal itu bisa Presiden akali. Pasti Jokowi sudah menyiapkan. Jangan risau, pasti ada penggantinya, Duta Sakral aja Zazkia Gotik, bisa nanti Duta Baca milik Raisa karena 2017 milik dia.

Banyak keuntungan jika Najwa menjadi Menteri Sosial, antara lain: bisa menjadi jembatan komunikasi dengan masyarakat, khusus dengan generasi muda. Hal ini akan berdampak positif untuk Jokowi di Pilpres 2019.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang, “Najwa merupakan sosok perempuan yang sukses di pentas nasional dan menjadi Duta Baca, karena itu pula Najwa dianggap mampu mempromosikan Jokowi sebagai Calon Presiden 2019 mendatang.”

“Anak seorang mantan Menteri Agama (Menag ) RI Quraish Shihab, jadi secara trek politik sudah ada historis. Najwa merupakan sosok perempuan yang cerdas, santun, kritis,” lanjut Ujang.

Faktor lain, Najwa sudah punya hubungan emosional dengan partai NasDem yang itu lebih mempermudah dia untuk menjadi Menteri Sosial. Kedekataan dia sudah terbangun sejak bekerja di Metro TV.

Melihat asumsi di atas, sangat memungkinkan bila Najwa menjadi Menteri Sosial. Selain memang presenter cantik ini layak secara kapasitas, sekaligus juga menguntungkan pihak Jokowi. Namun semua pilihan itu ada di tangan Presiden, karena pemilihan Menteri adalah hak prerogatif Presiden.

Semua bisa terjadi. Mari kita tunggu saja, sambil kita seruput kopinya biar tidak tegang.

Terakhir, semoga Pak Presiden Jokowi, Menteri Sosial Khofifah, dan Mbak Najwa Shihab diberikan kebaikan dan kesehatan.

Baca juga:
Alan Akim
Latest posts by Alan Akim (see all)