Narasi Identitas Akan Menguat Jika Nasionalis-Sekuler Berkoalisi

Narasi Identitas Akan Menguat Jika Nasionalis-Sekuler Berkoalisi
©Andhika Akbarayansyah

Nalar Politik – Peneliti SMRC Saidiman Ahmad menyebut kemungkinan menguatnya narasi identitas jika kekuatan politik nasionalis-sekuler berkoalisi. Bahwa menggandeng seluruhnya dalam pemerintahan, baginya, kurang ideal.

“Karena ada kemungkinan akan makin menggeser debat kebijakan publik riil ke persoalan remeh-temeh identitas,” kata Saidiman melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/10).

Dugaan ini menyusul usai poros Cikeas (SBY) dan Hambalang (Prabowo) terlihat merapat ke Jokowi. Ini jadi satu pertanda bahwa oposisi pemerintah hanya akan menyisakan partai islamis, yakni PKS dan PAN.

Jika hanya ada dua partai islamis itu yang jadi oposisi, menurut Saidiman, maka setidaknya ada dua kemungkinan yang akan terjadi ke depan.

Pertama, politik identitas dinilai akan kian mengental mengingat kedua partai tersebut (PKS dan PAN) selama ini memang dekat dengan narasi tersebut.

“Jika serangan pada pemerintah adalah seputar identitas dan segala turunannya, maka pihak koalisi pemerintah terpaksa harus menjawab dengan narasi serupa.”

Kedua, lanjut Alumnus Crawford School of Public Policy di Australian National University ini, jika oposisi hanya sanggup membangun narasi identitas, maka sangat mungkin pengaruh politik mereka akan kian terkikis.

“Itu bilamana kekuatan pemerintah muncul dengan narasi kebijakan yang lebih kokoh. Publik kian rasional.” [tw]

Baca juga: