Negara Tak Boleh Takut apalagi Pengecut

Negara Tak Boleh Takut apalagi Pengecut
©Kumparan

Nalar Warga – Serius Anda tak tersinggung dan marah ketika Merah Putih disandingkan dengan bendera itu?

Demi Merah Putih berjaya dan menjadi satu-satunya bendera yang sah berkibar di langit Indonesia, jutaan rakyat rela mati berkalang tanah demi hasrat menepis hidup bercermin bangkai.

Bersimbah darah, berkabut duka melepas jiwa-jiwa patriot bangsa demi teriak MERDEKA, ibu, ayah, anak, kakek dan nenek kita pernah melakukannya. Semata, itu demi Merah Putih berkibar. Semata, itu demi wibawa bangsa ini mendapat marwahnya. Semata, itu demi NKRI.

Kini, oleh para pengkhianat bangsa, dia terlihat disandingkan dengan bendera lain dalam setara. Merah Putih disejajarkan dengan lambang kebesaran orang lain yang telah kita identifikasi sebagai TERLARANG.

Sebelumnya, tak jauh berselang jarak dalam waktu, bendera yang sama kalian kibarkan secara serentak. Berkeliling ramai dalam rombongan angkuh, kalian bawa bendera kebesaran kalian dengan teriak pongah seolah negeri ini lebih pantas bila menjadi milik kalian.

Dulu, pada suatu masa yang belum terlalu jauh berlalu, jangankan membawa dan mengibarkan bendera itu dan berkeliling, berbisik punya saja, keesokan harinya, tak butuh ba-bi-bu, jasadmu tak lagi menyisakan nama. Hanya menjadi seonggok.

Kini, kalian hanya akan dibina. Kalian hanya akan disadarkan. Bendera dirampas, siapa terlibat ditanya, dan esok hari, rakyat diminta untuk sudah lupa. Selalu hanya seperti itu. Dan karena itulah kalian jadi ngelunjak! Kalau aku presidennya, kalian sudah pasti langsung kutembak.

Kelompok bernama ‘Majelis Sang Presiden Kami’ yang menggelar acara deklarasi Anies Baswedan sebagai capres 2024 terlihat menyandingkan bendera asing itu dalam sejajar dengan Merah Putih.

Baca juga:

Tak hanya menjadi kebanggaan semu dengan benderanya yang dibawa-bawa keliling dan selalu disambut teriakan, kini kegilaan mereka naik secara signifikan. Mereka tancapkan lambang itu secara benderang sembari menegaskan siapa calon presiden yang telah mereka tetapkan.

Terlepas Anies tahu atau tidak, sepakat atau tidak, senang atau tidak, dia harus ditarik untuk ditanya. Dia tak bisa hanya diam seolah tak ada sangkut paut dapat ditautkan. Acara itu memakai namanya.

Terlepas bendera itu kemudian mereka turunkan sendiri, terlepas penurunan itu ada karena alasan masuk akal, faktanya, bendera itu benar tersanding dengan Merah Putih pada acara itu dan telah ditonton jutaan mata.

Ini sangat berbahaya. Ini juga kabar bahwa mereka sudah tak lagi sembunyi-sembunyi. Mereka sudah nantang dalam benderang. Lantas, masih tetap sepengecut itukah kita? Masih akan berdalih bahwa itu wilayah demokrasi?

NDASMU KUWI..!! Ini bukan tentang hakikat demokrasi. Ini harus negara tetapkan sebagai tindakan MAKAR! Kalau pemerintah masih juga abai, tak pantaskah rakyat akan merasa curiga bahwa ini memang sengaja dipelihara demi MAKSUD dan TUJUAN politik jangka pendek semata?

Sesuai janji Presiden bahwa pada periode yang kedua ini tak ada lagi yang namanya KEBIJAKAN MENTERI dan maka kita tak perlu berkeluh kesah pada Kapolri atau bahkan Menkopolhukam, desakan harus kita arahkan pada Presiden.

Ayo, Pak Jokowi, njenengan masih Presiden Republik Indonesia to? Segera perintahkan aparatur pemerintah dan aparatur negara mengambil tindakan tegas. Tanggapi tantangan tegas mereka dengan sikap negara yang lebih KERAS.

Anda harus percaya bahwa rakyat yang masih cinta NKRI ada di belakangmu.

*Leonita_Lestari

Baca juga:
    Warganet
    Latest posts by Warganet (see all)