Organisasi Daerah sebagai Pemersatu Mahasiswa di Tanah Rantau

Organisasi Daerah sebagai Pemersatu Mahasiswa di Tanah Rantau
Ilustrasi

Selain organisasi daerah sebagai pemersatu di tanah rantau, ia juga sebagai tempat mengenal keluarga baru yang berasal dari daerah yang sama dengan budaya dan bahasa yang sama.

Untuk melanjutkan pendidikan tinggi, banyak mahasiswa daerah merantau ke kota lain guna mengenyam pendidikan yang lebih baik. Seperti Yogyakarta, kota ini menjadi sebuah pilihan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Banyak didatangi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri untuk  melanjutkan pendidikan di kota tersebut.

Dalam perantauan, mahasiswa dihadapkan berbagai organisasi. Ada organisasi di kampus (internal) maupun di luar kampus (eksternal). Salah satu organisasi di luar kampus (eksternal), yaitu organisasi daerah. Organisasi daerah ini merupakan tempat pemersatu mahasiswa asal daerah yang sama yang memiliki tujuan yang sama.

Ya, organisasi daerah ini merupakan organisasi pemersatu mahasiswa di tanah rantau. Agar saling mengenal satu dengan yang lain yang menjadikan organisasi daerah ini tempat keluarga kedua di perantauan.

Selain organisasi daerah sebagai pemersatu di tanah rantau, ia juga sebagai tempat mengenal keluarga baru yang berasal dari daerah yang sama dengan budaya dan bahasa yang sama. Ketika kamu bergabung di organisasi daerah, ada hal yang menjadikan pembeda dengan organisasi lain.

Kadang mahasiswa rantau itu lupa dengan bahasa daerah asalnya, karena sudah terbiasanya menggunakan bahasa rantauanya. Dengan bergabung dengan organisasi daerah, setidaknya bisa mempertahankan bahasa daerah dengan terus menggunakannya dan tidak melupakannya.

Kadang mahasiswa rantau enggan masuk ke dalam organisasi daerah karena beralasan ingin fokus kuliah dan berorganisasi di kampus (internal) saja. Padahal organisasi daerah memiliki perang penting sebagai penghubung untuk mengenalkan budaya asal daerah di perantauan sebagai salah satu bentuk kontribusi.

Mengingat budaya daerah semakin pudar, ini merupakan kesempatan mahasiswa untuk memperkenalkan budaya daerahnya di perantauan. Organisasi daerah bukan hanya tempat kumpul-kumpul sesama perantau saja. Ia diharapkan dapat memberikan manfaat untuk daerahnya dengan memperkenalkan budaya asal daerah di perantauan.

Salah satu organisasi daerah di Yogyakarta IPMAJU Yogyakarta. Ia melakukan pengenalan budaya pada saat pelantikan pada 6 Mei 2017 di Hotel Harper Mangkubumi.

Dalam penyambutan Sekretaris Daerah dan Wakil Ketua DPRD Kab. Mamuju, IPMAJU menampilkan tarian adat dan menggunakan pakaian adat Mamuju. Turut hadir beberapa mahasiswa daerah lain pada saat itu. Sehingga mahasiswa daerah lain dapat mengenal dan mengetahui budaya daerah Mamuju tersebut. Ini merupakan salah satu bentuk pengenalan budaya daerah di perantauan.

Sebagai mahasiswa, organisasi kampus dapat dijadikan tempat menambah wawasan, cara berpikir, pengetahuan, dan ilmu-ilmu sosialisasi, kepemimpinan, serta manajemen waktu. Namun, sebagai mahasiswa rantau, tentu tetap harus melakukan kontribusi terhadap organisasi daerah. Sehingga menjadikan nilai tambah dalam membangun organisasi daerah.

Melihat organisasi daerah sebagai tempat untuk mempersatukan mahasiswa di tanah rantau. Juga memiliki peran sebagai pembentukan mahasiswa berintelektual dan sebagai duta daerah di tanah rantau.

Sehingga mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di tanah rantau hendaknya kembali ke daerah asal di mana tempat dia dilahirkan dan dibesarkan. Ya, dengan ilmu yang telah didapatkan di perantauan sebagai mahasiswa dapat diaplikasikan untuk mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik lagi.

#LombaEsaiMahasiswa

*Rahmat Hidayat, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY 2016

___________________

Artikel Terkait:
Latest posts by Peserta Lomba (see all)