Pak Ramli

Pak Ramli
©CNN

Nalar Warga – Haruskah kita percaya cerita Pak Ramli? Sesuai berita, ia menyebut nama Jenderal Sayudiman. Saya coba mencari tahu, dan ternyata yang ada ialah Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo; dan beliau telah berpulang. Perbedaan huruf itu sudah bukan menunjuk pada person dimaksud.

Bila person itu yang dimaksud, betapa rendahnya ingatan Pak Ramli. Dengan rendahnya ingatan pelaku sejarah, dapatkah ia mengklaim kebenaran pengalaman pribadinya saat memberikan komando untuk melengserkan Presiden RI Soeharto?

Jangan lupa, ia pernah bikin heboh (kalak gak heboh, bukan Pak Ramli namanya), dengan twitnya: “Barusan belanja buah di supermarket. Didatangi ibu-ibu dan bapak yang saya tidak kenal. Ibu-ibu katakan, Bapak harus bicara lebih keras, ini sudah ndak benar! Kemudian datang seorang Letkol AD, Pak, ini sudah kebangetan, laporan-laporan Babinsa PS sudah menang. Bahkan di kompleks Paspamres!

Tak cuma itu, ia pernah dengan lantang dan penuh keyakinan membela Ratna Sarumpaet dalam kisah kasih Operasi Plastik.

Rizal Ramli memang hebat, sampai bercerita bahwa di tahun 2009, ia dilobi sejumlah partai politik untuk jadi calon presiden, namun ia diminta membayar 900 miliar. Ia bahkan nekat mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu mendatang, dengan menggalang dukungan padanya via Twitter.

Suara Pak Ramli akhir-akhir ini memang sangat riuh. Ia sendirilah yang meriuhkannya. Memang harus begitu, siapa tahu ada partai politik yang meliriknya. Lagi pula ia harus tetap eksis, agar politik tetap berdendang.

Ada yang punya cerita terbaru terkait Pak Ramli? Cukuplah disimpan dulu, biar gaduhnya lebih terasa di 2024.

*Petrikor Caraphernelia

Baca juga:
    Warganet