Pandemi Belum Berakhir, Varian Baru Malah Sudah Muncul

Pandemi Belum Berakhir, Varian Baru Malah Sudah Muncul
©Antara

Nalar Warga – Warganet berakun Sahat Siagian (Facebook) kembali menyampaikan, pandemi belum berakhir, tapi varian baru malah sudah muncul lagi.

Varian yang dimaksud itu adalah Omicron atau B.1.1.529 dari Afrika Selatan. Deskripsi tentang virus terbaru ini, menurutnya, membangkitkan bulu kuduk.

Belgia, Inggris, Italia, hingga Jerman bahkan dinilai kebat-kebit. Satu-dua orang di masing-masing negara itu kini sudah terpapar.

“Prancis, pendeknya, Eropa, memasang kesiagaan tertinggi. Mereka menampung banyak imigran. Pelacakan kepada mereka yang kembali dari kampung halaman, atau wisata ke Afrika, ditelusuri. Amerika pun angot,” tulis Sahat, Minggu (28/11).

Ia menilai, varian Omicron berpotensi mengelabui kekebalan yang sudah mulai terbentuk di seluruh bumi.

“Saya tak tahu apakah sekadar booster cukup untuk menaklukkannya? Atau akhirnya kita butuh vaksin baru? Kita pun menanti kabar kesuksesan pil buatan Pfizer membungkam pasien terpapar-Omicron di Eropa.”

Sahat pun kembali menyesalkan lantaran untuk ketiga kalinya Natal akan berlangsung dalam suasana muram.

Walau demikian, ia tetap menyemangati siapa pun untuk tetap berjalan ke Betlehem virtual guna meneguhkan harapan orang, apa pun agama mereka, sembari melambaikan tangan melewati setiap halaman rumah.

Baginya, tiap orang memang wajib berjaga. Tapi sukacita di hati siap menghangatkan matahari.

“Jangan justru kita yang merampasnya. Desember kali ini autentik menggambarkan dunia yang menanti sang bayi, bumi yang menanti selesainya pandemi.”

Baca juga:

Dikabarkan Kompas, epidemilog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan, Omicron disebut 500 persen lebih menular daripada virus korona asli, Sars-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina 2019 lalu.

“Kalau diibaratkan varian delta (yang sempat merebak beberapa waktu lalu) yang 100 persen kecepatannya lebih cepat menular daripada virus liar di Wuhan, ini kemungkinannya Omicron bisa sampai 500 persen atau 5 kalinya kecepatan penularannya,” jelas Dicky, Sabtu (27/11).

Dengan potensi penularan yang demikian hebat itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan varian Omicron ini ke dalam kategori variant of concern (VoC), tanpa melalui kategori variant of interest (VoI).

“Varian Omicron langsung menjadi variant of Concern ini adalah satu pertanda yang sangat serius, karena umumnya (varian) yang baru-baru itu jadi variant of interest dulu atau varian under investigation, tapi ini langsung lompat. Artinya, ini tanda amat sangat serius.”

Untuk diketahui, variant of interest adalah varian SARS-CoV-2 yang ditandai dengan mutasi asam amino yang menyebabkan perubahan fenotipe virus. Diketahui atau diprediksi dapat mengubah kondisi epidemiologi, antigeneistas, dan virulensi virus.

Sedangkan, variant of concern adalah varian virus korona yang menyebabkan peningkatan penularan dan angka kematian akibat Covid-19. VoC juga merupakan varian dengan dua kompenen VoI.

Baca juga:
Warganet
Latest posts by Warganet (see all)