Partai Populis Mengancam Kebhinekaan

Partai Populis Mengancam Kebhinekaan
Ilustrasi: Sindonews

Partai populis kanan pada dasarnya sangat elitis. Mereka tidak akan pernah percaya kemampuan presiden planga-plongo yang berasal dari rakyat jelata.

Nalar WargaKeputusan Gerindra, PKS, dan PAN untuk menolak Perppu Ormas tidak mengejutkan. Secara ideologis, ketiganya adalah representasi dari kekuatan populisme kanan. Cukup pasti mereka adalah ancaman terhadap kebhinekaan.

Populisme kanan di Indonesia terbagi ke dalam dua sayap: nasionalis dan Islam. Gerindra mewakili sayap nasionalis, PKS dan PAN mewakili sayap Islam. Dalam hal pemikiran politik, ketiganya memiliki kecocokan.

Populisme kanan menekankan ideologi kemurnian. Sementara Gerindra akan menyokong kepribumian, PKS dan PAN akan mengusung syariah Islam. Antara kepribumian dan syariah Islam terhubung oleh gagasan mengenai Indonesia yang murni dan Islam yang murni.

Ideologi kemurnian tidak suka kebhinekaan. Para pendukungnya terobsesi dengan keseragaman. Bagi mereka, kebhinekaan adalah sumber kelemahan. Kebhinekaan dianggap akan menggerogoti bayangan mereka mengenai bangsa dan negara dari dalam.

Meski beroperasi dengan cara dan retorika populis/kerakyatan, partai populis kanan pada dasarnya sangat elitis. Mereka tidak akan pernah percaya kemampuan presiden planga-plongo yang berasal dari rakyat jelata.

Bagi mereka, presiden adalah pemimpin yang pasti lahir dari keluarga terpelajar yang jelas asal-usulnya. Lihat saja, sebentar lagi mereka akan membesar-besarkan dari kalangan mana Anies Baswedan atau Prabowo Subianto berasal.

Pada titik ekstrem, populisme kanan akan mengambil jalan fasis.

*Amin Mudzakkir

___________________

Artikel Terkait:

    Warganet

    Pengguna media sosial
    Warganet

    Latest posts by Warganet (see all)