Pemimpin dengan Ketegasan tanpa Ragu

Pemimpin dengan Ketegasan tanpa Ragu
Foto: Biro Pers Setpres

Nalar Politik Ada keberanian, maka ada keputusan. Apalagi jika kita tahu persis bahwa keputusan itu benar. Sikap ketegasan tanpa ragu inilah yang mesti dimiliki setiap pemimpin.

Demikian penegasan Presiden Jokowi segera setelah menetapkan membuat sejumlah kebijakan yang memang tak lazim, seperti penetapan Hari Lahir Pancasila, penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakat, serta negosiasi dengan PT Freeport Indonesia.

“Di hadapan peserta Kongres Trisakti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia XX di Manado, siang tadi, saya mengisahkan tentang penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui keputusan presiden. Saat itu banyak yang ragu, khawatir jadi polemik. Jadi ramai,” ujar Jokowi melalui keterangan tertulisnya.

“Tapi saya sampaikan, ini sejarah yang harus kita putuskan. Jangan ragu. Ternyata, setelah diputuskan ya tidak ada apa-apa,” sambung presiden.

Begitu juga saat pemerintah memilih untuk menerbitkan Perppu tentang Ormas. Jika Perppu tersebut tidak dikeluarkan, maka anti-Pancasila akan terus ada dan eksistensi bangsa Indonesia di masa mendatang dipertaruhkan.

“Saya yang bertanggung jawab karena ini adalah hak kewenangan yang diberikan kepada saya untuk membuat Perppu,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Terkait divestasi saham 51 persen pemerintah di PT Freeport Indonesia, berapa puluh tahun, lanjut Jokowi, kita hanya diberi sembilan persen.

“Tapi kita diam saja. Saya tidak tahu karena apa. Takut? Atau ada sesuatu? Saya tidak mengerti,” ujarnya kembali.

Jokowi pun menugaskan Menteri Keuangan, Menteri ESDM, dan Menteri BUMN untuk melakukan perundingan.

“Nego terus minta 51 persen, jangan mundur. Usaha keras pemerintah akan memberikan hasil yang terbaik. Kalau kita ragu-ragu terus, ya kita dipermainkan terus. Harus ada ketegasan,” pungkasnya.

___________________

Artikel Terkait:

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi