Pengaruh Keluarga Rothschild terhadap Karl Marx dalam Pembentukan Ideologi Komunis

Pengaruh Keluarga Rothschild terhadap Karl Marx dalam Pembentukan Ideologi Komunis
©Line

Ada perkirakan bahwa Keluarga Rothschild yang menyuruh Karl Marx membentuk sebuah ideologi untuk menjatuhkan Tsar di Rusia.

Bagi sebagian buruh yang idealis, komunisme menjadi landasan dasar untuk bekerja dan berpikir. Dengan gagasan Karl Marx melalui marxisme dan komunisme sebagai representasinya, ideologi tersebut bergerak mendunia hingga menjadikan sebuah timeline agenda rutinan kaum buruh, yaitu May Day yang setiap 1 Mei kita peringati sebagai Hari Buruh Internasional.

Tapi bagaimanakah akar sejarah Marx mendirikan marxisme bersama rekan seidealis Marx, yaitu Friedrich Engels, dengan konsep yang mereka tawarkan seperti Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis?

Saya mencoba mengaitkan awal sejarah sebelum paham komunis terbentuk dengan keberadaan Dinasti Rothschild yang terkenal sebagai bankir swasta terkaya pada abad ke-17. Ia menguasai Eropa dengan mendirikan 5 bank swasta di 5 negara dan berkuasa hingga hari ini melalui keturunan-keturunan Rothschild yang masih hidup.

Di sebuah kota kecil di Jerman, tepatnya di Frankfurt pada 1769, hiduplah seorang pedagang emas yang tinggal di ruko kecil lantai 5 di kediamannya. Ia bernama Mayer Amschel Bauer.

Bauer adalah salah satu penganut sekte Freemason, yaitu salah satu kelompok rahasia yang awalnya adalah sisa-sisa prajurit Knight Templar yang masih mengembangkan dan mewarisi ajaran tersebut dari generasi ke generasi. Ajaran yang Freemason anut adalah aliran penyembah iblis.

Di rukonya, ia memasang sebuah jimat/perisai merah yang Israel kelak gunakan sebagai simbol di benderanya. Dalam bahasa Jerman, Perisai Merah berarti Rotschildt. Sedangkan dalam penerjemahan bahasa Inggris berarti Rothschild. Maka dari itu, Bauer mengganti namanya menjadi Mayer Amschel Rothschild. Keturunan-keturunan dari Bauer ia namakan Rothschild di akhir nama setiap anak dan cucunya.

Rothschild akhirnya menjadi sebuah keluarga besar dan menjadi yang terkaya di dunia kala itu. Dari keluarga ini, lahirlah pentolan-pentolan orang yang mendirikan bank swasta di 5 negara dan menjadi bankir swasta.

Pangeran William IX dari Hesse-Kassel kemudian memperkuat kekayaan sebelumnya yang Rothschild miliki di Jerman dengan bisnis koin. Ia membantu bisnis menyewa tentara untuk perang, mengusulkan diri untuk mendirikan bank swasta, serta menjadi bankir swasta Internasional yang memberi pinjaman uang pada raja-raja di Eropa.

Dari sini Rothschild belajar bahwa bisnis yang paling menguntungkan adalah memberi utang pada raja-raja. Raja-raja mendapatkan income atau pemasukan dari pajak rakyat. Dengan pajak tersebut, raja-raja menggunakan uang pajak tersebut untuk membayar utang beserta bunganya. Maka ini menjadi bisnis yang sangat menguntungkan bagi bankir swasta, yaitu Rothschild sendiri.

Bagi Rothschild, perang adalah bisnis. Ketika sebuah negara harus perang, negara tersebut akan defisit secara otomatis dengan melakukan pengeluaran besar-besaran untuk biaya perang. Alhasil, raja-raja harus berutang pada bankir swasta untuk memperbaiki perekonomian di sebuah negara tersebut.

Baca juga:

Tradisi utang seperti ini sudah ada semenjak era Knight Templar. Raja-raja tidak mengurus hal yang berkaitan dengan moneter. Urusan keuangan ia serahkan pada bankir swasta. Raja-raja hanya mengurus royalty atau memimpin dan mengatur pemerintahan.

Rothschild sadar bahwa umurnya tidak akan bertahan lama. Demi mempertahankan tradisi kekayaannya, maka Rothschild mengirim kelima putranya di 5 negara Eropa. Putra pertama Amschel Rothschild meneruskan bisnis ayahnya di Frankfurt Jerman. Yang kedua Salomon Rothschild menetap di Austria, tepatnya di Wina. Putra ketiga Nathan Rothschild di London Inggris. Yang keempat Carl Rothschild di Napoli Italia. Putra terakhir, yaitu Jacob Rothschild, bertempat di Paris, Prancis.

Keberadaan Rothschild sebagai Freemason juga menjadi cikal bakal berdirinya sebuah perkumpulan rahasia (Secret Society) lainnya yang bernama Bavarian Illuminati atau yang sekarang lebih orang kenal dengan nama Illuminati. Illuminati yang terbentuk pada 1 Mei 1776 di bawah pimpinan Adam Weishaupt, seorang Professor di Ingolstadt University. Adam Weishaupt juga merupakan seorang Freemason.

Tidak semua Freemason itu Illuminati, tetapi Illuminati adalah bagian dari Freemason. Meskipun Illuminati sudah bubar pada 1785, tetapi ideologi ini masih hidup hingga sekarang. Ia dipercayai sebagai sekte yang Elite Global anut.

Halaman selanjutnya >>>

Farouq Syahrul Huda