Penyimpangan Marxisme di Rusia: Dari Lenin Hingga Stalin

Penyimpangan Marxisme di Rusia: Dari Lenin Hingga Stalin
©Revista Herramienta

Marxisme menjadi ideologi yang sangat populer dan dipahami di Rusia. Buku Capital karya Karl Marx (1818-1883) pertama terbit di Rusia pada tahun 1872 sebelum didistribusikan di seluruh Eropa.

Karena minat yang ditunjukkan oleh orang Rusia terhadap karyanya, Marx sendiri tercengang. Ia berpikir mungkin orang-orang Rusia selalu mengejar ide-ide terekstrem yang ditawarkan. Marx kemudian memperhatikan orang-orang Rusia dengan serius dan mempelajari kondisi khusus negara dengan basis industri kecil.

Pada abad ke-19, sejarah pemikiran dan tindakan revolusioner di Rusia dimulai. Pada tahun 1883, Georg Plekhanov (1856-1918), P. B. Axelrod (1850-1928), dan Vera Zasulich (1851-1919), tiga eksil Swiss, membentuk kelompok Marxis yang disebut The Emancipation of Labour (Emansipasi Buruh).

Prediksi Plekhanov terbukti tepat bahwa kapitalisme di Rusia berkembang dengan cepat dan mengorganisir jalur modern dengan pabrik besar dan konsentrasi buruh.

Pada tahun 1893, Vladimir Lenin (1870-1924) pergi ke St. Petersburg untuk berusaha menggabungkan beberapa grup Marxis ke dalam Liga Perjuangan untuk Emansipasi Kelas Buruh. Namun, Lenin ditangkap lalu dikirim ke Siberia, dan kembali lagi pada tahun 1900 untuk membantu mendirikan koran Iskra (Pijar).

Perpecahan Partai Buruh Demokrat

Pada tahun 1902, Lenin meletakkan prinsip-prinsipnya pada Russian Social Democratic Labour Party (RSDLP) atau Partai Buruh Demokrat, dalam karyanya What is to be done?. Lalu pada kongres tahun 1903, Lenin menggunakan prinsip-prinsip ini untuk memecah RSDLP. Setelah itu, RSDLP terbagi menjadi kelompok Bolshevik dan Menshevik.

Puncak perpecahan mulai menjelang pada konferensi rahasia di Praha pada tahun 1912, di mana Lenin merekayasa pemilihan Komite Sentral baru. Selain Bolshevik dan Menshevik, ada juga faksi ketiga yang lebih kecil di partai. Faksi ini dipimpin oleh Trotsky. Hal inilah yang kelak membuat Trotsky dibunuh di rezim Stalin.

Trotsky mengatakan faksinya tidak seperti Menshevik bahwa tidak akan ada kerja sama antara borjuis dan kekuatan diperbesar oleh proletar kota. Kemudian, ia mengatakan bahwa dirinya tidak seperti Lenin, ia tidak memiliki keyakinan akan persatuan antara proletar dan petani.

Baca juga:

Lalu, yang terakhir dan paling penting, Trotsky meyakini ”Revolusi Permanen”, yaitu sebuah ide bahwa revolusi di Rusia hanya dapat berlangsung jika disertai dengan revolusi di negara industri berkembang yang lainnya.

Dalam berbagai pandangan. Lenin dianggap mengkhianati revolusi, sebab ia bukan proletar murni. Lenin mengidentifikasi proletar dengan partai penjaga. Penggantinya Joseph Stalin (1878-1953) melengkapi itu dengan mengawinkan Marxisme dengan gaya tradisional Rusia Asia-Byzantine yang otokratis. Kemudian Stalin menjadi ”Tsar Merah”.

Lenin dan Pemahaman Baru terhadap Kapitalisme

Lenin harus menghadapi kenyataan bahwa Marx tidak pernah melakukan revolusi. Marx hanya sedikit mengurai metodologi praktis untuk revolusi. Namun, Lenin mau tidak mau harus melancarkan revolusi. Pertemuan ide Marx dan Lenin ini yang kelak dikenal Marxisme-Leninisme.

Lenin meyakini bahwa situasi yang dihadapi kaum Marxis pada tahun pertama abad ke-20 secara signifikan berbeda dari situasi di mana Marx menggagas idenya. Menurutnya kapitalisme sudah memasuki tahap baru, yaitu tahap imperialisme, yang disebut oleh Lenin sebagai ”tahap tertinggi dari kapitalisme”.

Revolusi Oktober bukanlah revolusi rakyat yang bersifat spontan. Partai Bolshevik mengalahkan Menshevik kerana lebih terorganisir, lebih berkomitmen, serta mempunyai pandangan yang jelas tentang apa yang dilakukan.

Lenin mengatakan tatanan sosial yang ada harus dimusnahkan secara total dan ekonomi terencana serta diktator kaum buruh harus didirikan. Kediktatoran Proletariat dianggap sebagai tindakan sementara, sebelum ditetapkannya sosialisme sejati dan ’melenyapnya negara’.

Partai dikontrol secara terpusat dan menggunakan kekuatan disipliner. Lenin menginginkan sebuah Partai Besi karena tanpa itu kediktatoran proletariat menjadi tidak mungkin terwujud. Salah satu bagi dasar partai dapat ditemukan ketika Perang Sipil (1918-1921).

Lenin mulai mengancam siapa saja yang kehilangan kepercayaan terhadap komunis. Ia menciptakan CHEKA yang pertama, untuk menyapu bersih semua oposisi. Ia memperkenalkan sistem sensor dan pemerintahan satu partai dan membubarkan parlemen Rusia yang terpilih secara demokratis.

Halaman selanjutnya >>>
Muhammad Ridwan Tri Wibowo