Peran Sekolah dalam Stratifikasi Lembaga Pendidikan

Peran Sekolah dalam Stratifikasi Lembaga Pendidikan
©Wahid Foundation

Demikian juga dalam teori stratifikasi sosial, pendidikan mempunyai peran penting dalam memosisikan seseorang dalam kelas-kelas sosial tertentu.

Sekolah, sebagaimana yang kita amini bersama, merupakan lembaga yang mewadahi siswa atau peserta didik untuk belajar dalam naungan guru atau pendidik. Sekolah merupakan rumah kedua bagi para siswa. Mereka menghabiskan separuh harinya untuk berada dalam sekolah.

Selain sebagai tempat mencari ilmu, sekolah juga menjadi media untuk para siswa mendapatkan teman baru dari berbagai daerah. Namun esensi dari sekolah ialah pendidikan.

Pendidikan merupakan suatu pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan kelompok manusia. Diturunkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi melalui pengajaran. Pendidikan dilakukan oleh setiap manusia sejak mereka dilahirkan sampai akhir hayat manusia.

Berbicara pendidikan dalam stratifikasi sosial, pendidikan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat. Pendidikan dan masyarakat memiliki ikatan yang begitu kuat. Demikian juga dalam teori stratifikasi sosial, pendidikan mempunyai peran penting dalam memosisikan seseorang dalam kelas-kelas sosial tertentu.

Penstratifikasian sosial juga mempunyai peran penting dalam proses pendidikan, mulai dari penyeleksian siswa, penempatan pada tingkat kelas, proses belajar-mengajar, sampai pada hasil. Sedangkan pendidikan juga mempunyai peran dan pengaruh terhadap sistem stratifikasi masyarakat.

Sehingga pada dasarnya pendidikan dan sistem stratifikasi masyarakat mempunyai hubungan integral satu sama lain. Pendidikan mempunyai peran penting dalam suatu proses seleksi dalam suatu bidang pekerjaan ataupun jabatan.

Faktor yang Memengaruhi Proses Penyeleksian

Pertama, tingkat dan kualitas pendidikan yang terdapat di sebuah negara, wilayah, ataupun masyarakat di mana mereka tinggal. Kedua, perbedaan akses fasilitas pendidikan menurut status kelas sosial. Ketiga, perbedaan motivasi, nilai, ataupun keinginan orang tua.

Dari ulasan tersebut, maka ada beberapa faktor integral yang saling berkesinambungan, seperti sekolah, agama, politik, budaya, ekonomi maupun faktor integral lainnya.

Lalu bagaimana peran guru dalam menyikapi stratifikasi sosial yang ada dalam kelas?

Ada beberapa hal yang perlu diterapkan oleh guru di dalam kelas sebagai upaya menyikapi stratifikasi yang ada atau berada di dalam kelas. Pertama, guru memberikan program nutrisi dan stimulus untuk diberikan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Kedua, guru memberikan pembelajaran secara kontekstual, disesuaikan dengan perbedaan masing-masing. Hal ini mengingat bahwa siswa di dalam satu kelas tidak hanya berasal dari satu ras atau budaya.

Ketiga, guru juga harus bisa bersikap profesional dalam pembelajarannya. Artinya, guru tidak boleh memandang perbedaan siswanya yang berangkat dari lapisan berbeda. Sehingga tidak terjadi pilih kasih didalam pebelajaran tersebut. Semua memiliki hak untuk mendapatkan pembelajaran.

Keempat, guru mengetahui latar belakang dan kelakuan siswanya di sekolah. Sehingga nantinya dapat membantu siswa tersebut berinteraksi dengan siswa lainnya maupun dalam proses pembelajarannya. Guru harus ikut terlibat dalam hal ini.

Kelima, guru harus mempunyai pengalaman yang banyak untuk meningkatkan kualitasnya dalam mengajar. Makin banyak pengalaman yang diperoleh, makin meningkat kualitas guru tersebut.

Baca juga:
Muchammad Mugiono
Latest posts by Muchammad Mugiono (see all)