Peringati Hari Buruh, Aksi Mahasiswa Ini Serupa Laku Preman

Peringati Hari Buruh, Aksi Mahasiswa Ini Serupa Laku Preman
Ilustrasi Demonstran (Foto: ANTARA)

Nalar PolitikDalam rangka memperingati Hari Buruh, 1 Mei 2018, sekelompok mahasiswa menggelar aksi demonstrasi. Berlangsung di Simpang Tiga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, aksi mahasiswa itu tampil serupa dengan laku preman.

“Mereka tampil urakan. Lihat bagaimana mereka merusak dan membakar pos polisi, melemparkan setidaknya 3 bom molotov yang berakibat pada munculnya kobaran api yang nyaris tak terkendali,” ujar salah seorang mahasiswa yang tak mau disebutkan identitasnya saat dikonfirmasi mengenai aksi yang berlangsung di sekitaran kampusnya itu.

Aksi mahasiswa yang bisa dikatakan digelar tiap tahun ini melibatkan sejumlah elemen mahasiswa. Beberapa di antaranya terdiri dari Front Mahasiswa Jogjakarta (FMJ), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Front Aksi Mahasiswa Jogjakarta (FAM-J). Koordinatornya oleh Maxi Cornelis.

“Aksi mahasiswa kok serupa laku preman? Sangat disayangkan,” sesalnya.

Salah seorang mahasiswa UIN Jogja lainnya, yakni Maman Suratman, menggambarkan hal yang kurang lebih serupa. Melalui akun media sosialnya, Facebook, ia pun menilai aksi mahasiswa itu tak ubah laku preman belaka.

“Aksi mahasiswa atau preman?” tulisnya sebagai caption 2 video yang diunggah.

Dikirim oleh Maman Suratman pada Selasa, 01 Mei 2018

Di sejumlah grup WhatsApp juga beredar tentang aksi tersebut. Terekam poster yang para aksi bawa bertuliskan: Selamat Hari Buruh, Tolak NYIA, Cabut UU No 2 Tahun 2012 dan Tolak Rencana Percepatan Pengadaan Tanah.

Tertulis pula Cabut MoU TNI-Polri, Hapus Feodalis Jogja, Turunkan Harga BBM, dan Stop NYIA. Beberapa spanduknya pun bertuliskan: Hancurkan Kesultanan, Jogja Istimewa tanpa SG/PAG, serta Nawacita Membunuh Indonesia dari Pinggiran.

“Hari ini, detik ini, menjadi saksi bahwasanya kami sudah kembali turun ke jalan. Ini adalah aksi hati nurani kami karena melihat rakyat yang semakin kesusahan. Kita turun ke jalan agar pemerintah tahu bahwa kita siap membela hak-hak rakyat.” Demikian beberapa nada orasi yang disampaikan.

Dengan turun ke jalan, harapan mereka adalah menunjukkan kepada pemimpin bangsa ini bahwa bangsa mereka siap membela kepentingan rakyat.

“Pemimpin negara saat ini sudah tidak mengayomi dan membela kepentingan rakyat. Hari ini, Indonesia sudah tidak baik-baik saja. Perlu kita tahu, hari ini, buruh dan tani kita sudah tidak lagi mendapatkan perhatian dari pemerintah.”

Karena itu, tuntutan pun mereka sampaikan, sebagaimana tertulis dalam poster dan spanduk yang mereka bawa.

“Aksi sih aksi. Mau mengatasnamakan hati nurani, rakyat, tak masalah. Tapi jangan sampai meniadakan nalar sehat dong,” pungkas Maman saat dikonfirmasi terkait video yang diunggahnya. (us)

___________________

Artikel Terkait:

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi