Perjuangan PSI Pulangkan 9 TKW Korban Perdagangan Manusia Akhirnya Berhasil

Perjuangan PSI Pulangkan 9 TKW Korban Perdangangan Manusia Akhirnya Berhasil
©PSI

Nalar Politik – Perjuangan PSI (Partai Solidaritas Indonesia) memulangkan para TKW di Tiongkok akhirnya berbuah manis. 9 TKW berhasil mereka loloskan dari jerat perdagangan manusia.

Hari ini, 6 September 2019, PSI sambut 9 TKW yang berhasil kembali ke tanah air dengan selamat. Momen itu jadi ajang mempertemukan korban dengan kelurganya setelah perjuangan PSI yang panjang selama setahun.

Selaku pemimpin tim advokasi PSI, Muannas Alaidid menceritakan proses pemulangan para korban. Dari mulai upaya negosiasi hingga perjalanan kembali ke Indonesia.

“Para korban dikelabui, dijanjikan akan mendapat pekerjaan di industri kosmetik di Jakarta. Namun tiba-tiba para korban sudah dibawa ke Tiongkok,” jelas Muannas di basecamp DPP PSI.

Muannas juga mengisahkan bagaimana PSI harus berurusan dengan Interpol. Karena kasus ini, menurutnya, bukan hanya urusan Kepolisian RI saja. Apalagi lokasi korban dikurung itu memakan waktu 13 hingga 15 jam perjalanan dari KBRI.

Dikuaknya juga bahwa salah satu korban sempat kabur menuju KBRI berbekal uang yang PSI transfer secara diam-diam. Namun sopir taksi yang membawanya tahu bahwa yang bersangkutan ingin kabur. Si sopir lalu berhenti di tengah jalan, lalu korban lari menuju hutan.

Melati, salah satu korban dalam kesempatan itu berpesan agar perempuan Indonesia jangan sampai bernasib sama. Jangan sampai ada lagi yang mengalami kasus serupa.

“Selama 1,5 tahun, kami menunggu hari ini. Rasanya seperti mimpi. Kami sangat berterima kasih atas bantuan semua pihak.”

Diceritakan pula bahwa begitu sampai di Cina, ia dan rekan-rekannya, bukannya diajak bekerja, malah sudah disiapkan resepsi pernikahan dengan buku nikah yang entah bagaimana bisa terbit di sana.

Hadir dalam pertemuan tersebut ayah dari salah satu korban, Pak Ara. Ia mengaku sempat menangis meminta bantuan PSI sebelum akhirnya terkabulkan.

“Setahun lalu saya menangis di sini, meminta bantuan Pak Muannas dan Ibu Grace. Hari ini saya menangis karena bahagia sudah bertemu anak saya. Terima kasih semuanya.”

Menurut informasi dari para korban, mereka di sana disiksa, tidak diberi makan, bahkan dipaksa untuk melahirkan anak jika ingin selamat. Saat ini, pelaku yang mengiming-imingi dan membawa korban sudah ditangkap.

“Semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Jika ada di antara Bro dan Sis yang keluarga atau kerabatnya mengalami nasib yang sama, jangan sungkan untuk memberi tahu dan berjuang bersama kami,” pungkas Isyana Bagoes Oka. [tw]

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi
    Share!