Perpustakaan Rasa

Perpustakaan Rasa
©Dreamstime

Sebuah perjalanan mengumpulkan kenangan
Merekam setiap jejak menjadi sebuah cerita
Terangkum dalam perpustakaan rasa
Kumpulkan ceritamu sendiri

Jangan usik perpustakaan milik orang lain
Tak selalu kepedulian berujung ucapan syukur
Ada caci maki bersembunyi dalam selimut
Susun kisahmu sendiri

Jangan usik kisah orang lain
Bahagiakan saja dirimu
Karena tak semua orang bisa kamu bahagiakan
Salami saja rasamu

Jangan sampai jatuh dalam jurang empati
Besok kecewa bisa menyapamu
Cukup bangun perpustakaanmu sendiri
Jangan berharap akan kisah yang lain

Bekas Pena

Dan aku hanya meninggalkan bekas aksara kurangkai melalui kata-kata nan indah. Yang ku tahu semakin banyak aku menulis semakin lega seluruh rasa bergejolak membara. membakar seluruh emosi hasrat hingga tiada habis kata kurangkai melalui puisi.

Sajak; menjadi teman terbaikku untuk bercurah bersama pena dan kertas yang masih bersih mengisahkan perihal kamu seorang.

Dan entah; sebanyak apapun aku mengukir sebuah puisi diatas hamparan kertas putih. Sepuas itu seluruh gejolak terluapkan melalui bahasa membisu diantara ribuan bincangan.

Biarkan saja jika kau berperan menjadi tokoh utama dalam scenario kuukirkan disebuah kisah. Biarkan saja jikau kau menganggap, mungkin aku belum mampu mengikhlaskan sebuah nama. Masih melekat erat terbayang dalam pikiran. Caraku indah melepaskanmu tuk memerankan sebuah kisah yang terjadi.

Kisah Kita

Pernah kutuliskan dulu
Kisah yang begitu dicintai oleh semesta
Cerita terindah yang bernamakan kita
Kisah tentang kita

Dahulu mengenai manisnya pertemuan
Perihnya luka kerinduan
Lalu bahagianya aku bersamamu

Ketika malam yang biasanya sunyi
Menjadi begitu merdu oleh ceritamu
Ketika hujan yang biasanya sendu
Menjadi sesak akan gelak tawa karenamu

Cerita kita yang sudah berkisah hingga seratus halaman
Yang pada suatu hari telah menemukan penutupnya
Cerita kita yang dahulu

Kini
Cerita kita
Menjadi tulisan yang begitu enggan kubaca

Latest posts by Lalik Kongkar (see all)