PLN Butuh Pejabat Eksekutif dari Pihak Swasta

PLN Butuh Pejabat Eksekutif dari Pihak Swasta
Foto: Sindo

Warganet berakun @Mentimoen tidak sepakat jika menyuruh pejabat PLN mengundurkan diri. Harusnya, kicau dia, yang lalai dipecat segera, dari bawah sampai atas.

Hal tersebut menurutnya sangat penting. Sebab blackout kemarin sangat keterlaluan untuk negara yang katanya sudah mau jadi macan Asia seperti Indonesia.

“Segera tempatkan pejabat-pejabat kompeten sebagai pimpinan BUMN. Kalau perlu, bajak eksekutif dari pihak swasta. BUMN mengelola aset negara dan efeknya bagi negara terlalu besar untuk diurus orang-orang yang tidak punya kompetensi.”

@Mentimoen juga menyinggung soal Presiden Jokowi yang marah dan pergi usai mendengar penjelasan dari Plt. Dirut PLN.

“Sudah sepantasnya marah untuk kejadian sekonyol kemarin. Sangat memalukan hampir seluruh Jawa kena blackout. Katanya mau jadi macan lagi?”

Ia mengaku paham kenapa Jokowi sampai marah. Sebab penjelasan hanya 10 menit ke Jokowi menandakan Dirut tidak berhasil melihat inti permasalahan, dan hanya menjabarkan kejadian kronologis.

“Padahal seorang pimpinan harus ngerti, sebenarnya masalah pokok apa?”

Kalau ada ketidakseimbangan beban listrik, lanjut @Mentimoen, mestinya dibuat seimbang.

“Kalau suplay tidak cukup, oklah dilakukan pemadaman terbatas supaya tidak overload. Kenapa blackout sampai beberapa provinsi? Kenapa sekian lama blackout-nya?

Mestinya, harap @Mentimoen, Dirut mampu menjelaskan di depan Jokowi secara singkat dan tepat, tanpa diselingi jargon-jargon teknis di sana-sini. Sebab jargon-jargon teknik, baginya, mengindikasikan orang yang ngomong masih belum mengerti permasahan.

“Dan kalau itu kesalahan pimpinan, maka gunakan kesempatan itu untuk menyatakan siap mundur.”

PLN Butuh Reformasi

@Mentimoen lalu menilai pentingnya reformasi di tubuh PLN. Katanya, reformasi itu harus total dalam jajaran manajemen level atas.

“Pimpinan paling atas mungkin harus dari eksekutif luar PLN, misalnya yang dengan kemampuan seperti Jonan. PLN benar-benar parah dah.”

Atau bisa juga dengan mendatangkan Arcandra lain dari kalangan diaspora asal Indonesia.

“Tidak selalu harus dari lulusan universitas dalam negeri. Kayaknya kalau sudah parah, mending ada suntikan darah segar dari luar. Itu juga bagus untuk membubarkan klik-klik di PLN kalau memang ada.”