Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan

Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
©Tempo

Teruntuk wilayah perkotaan, ada upaya yang dilakukan untuk penanggulangan kemiskinan yang terjadi.

Saat ini banyak sekali masalah sosial yang kita hadapi di masyarakat. Salah satu faktornya yaitu kondisi kemiskinan yang sedang dirasakan oleh banyak orang. Seperti kekurangan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, pengangguran, kekurangan gizi, dan lain sebagainya.

Kemiskinan merupakan masalah pembangunan yang sangat kompleks dan multidimensi sehingga untuk mengatasi hal tersebut diharuskan upaya yang kolektif dari pemerintah dan masyarakat dalam menyusun strategi yang komprehensif, terarah, terpadu, dan berkelanjutan nantinya.

Kemiskinan ini hadir bukan hanya di pedesaan akan tetapi di perkotaan juga banyak sekali yang merasakan kemiskinan yang sedang terjadi. Teruntuk wilayah perkotaan, ada upaya yang dilakukan untuk penanggulangan kemiskinan yang terjadi. Diwujudkannya oleh pemerintah Indonesia dengan Program Penanggulangaan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP).

Program ini hadir untuk melaksanakan amanat Program Pembangunan Nasional yang mana menempatkan penanggulan kemiskinan ini sebagai prioritas yang sangat mendesak untuk segera ditangani.

P2KP memiliki paradigma baru, bahwa untuk penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan ini memang sangat  diperlukan dalam proses pendekatan yang memiliki basis prinsip pemberdayaan komunitas. Sehingga dalam proses pelaksanaannya harus memiliki upaya-upaya tertentu yang harus dilakukan oleh komunitas itu sendiri. Sasaran komunitas dalam upaya ini adalah masyarakat miskin yang ada di tingkat kelurahan di perkotaan.

Indonesia memiliki jumlah penduduk yang bisa terbilang besar pada tahun 2007 yaitu 23,16 juta jiwa dan sumber daya alam yang sangat melimpah.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin mencapai 37,17 juta jiwa atau sama dengan 16,58% dari total penduduk Indonesia. Bank Dunia (World Bank) melaporkan bahwa hampir dari setengahnya penduduk di Indonesia hidup miskin bahkan rentan sekali terhadap kemiskinan karena terlalu banyak rakyat Indonesia yang jatuh miskin.

Masalah kemiskinan adalah masalah yang selalu menghantui manusia. Masalah kemiskinan ini memang sama tuanya dengan usia kemanusiaan itu sendiri. Serta implikasi dari permasalahannya pun dapat melibatkan berbagai aspek kehidupan manusia itu sendiri.

Dengan demikian bahwa, kemiskinan ini merupakan perihal sosial yang sifatnya sangatlah mendunia. Artinya, masalah kemiskinan ini sudah menjadi perhatian dunia, bahkan masalah tersebut ada di semua warga negara, walaupun dampak kemiskinan itu berbeda-beda.

Meskipun begitu, kadang kala kemiskinan sering sekali terjadi tidak disadari kehadirannya sebagai masalah yang hadir di kehidupan manusia. Bagi mereka orang yang tergolong miskin, kemiskinan adalah sesuatu nyata yang ada di dalam kehidupan mereka sehari-hari dan harus dijalani dengan semestinya.

Baca juga:

Kesadaran kemiskinan itu akan terasa jika kita membandingkan kehidupan kemiskinan kita dengan orang yang hidup tergolong mempunyai tingkat kehidupan ekonominya yang lebih tinggi. Hal ini yang menyebabkan pemerintah kesulitan untuk menentukan penduduk miskin, karena mereka (penduduk) sendiri juga tidak sadar akan kemiskinan yang mereka rasakan.

Beberapa Hal Ihwal Kemiskinan

Selain itu kemiskinan bisa kita lihat memanglah masalah yang sangat multidimensi. Karena memang berkaitan dengan ketidakmampuan dalam mengakses perekonomian, sosial, budaya, politik dan partisipasinya dalam kemasyarakatan.

Kemiskinan memang memiliki arti yang lebih dalam karena sangat berkaitannya dengan ketidakmampuannya dalam mencapai aspek di luar pendapatan. Seperti mengakses kebutuhan makan, minum, pendidikan, air bersih, dan sanitasi.

Kemiskinan sering ditandainya dengan tingginya tingkat pengangguran dan juga keterbelakangan. Memanglah masyarakat miskin umumnya lemah dalam kemampuan berusaha dan keterbatasan untuk akses ekonomi sehingga mereka tertinggal jauh dari masyarakat lainnya yang memiliki potensi lebih tinggi pendapatannya. Faktor penyebab kemiskinan dimulai dari rendahnya tingkat pendidikan, terbatasnya lapangan pekerjaan, derajat kesehatan yang rendah, kondisi keterisolasian, infrastruktur, lokasi geografis, dan juga gender.

Pertama, kemiskinan selalu dikaitkan dengan pencapaian pendidikan. Hal ini karena mahalnya biaya pendidikan.

Walaupun pemerintah sudah membebaskan uang bayaran tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Menengah Pertama (SLTP), tidak dapat dimungkiri juga masih banyak yang harus dikeluarkan untuk biaya sekolah. Misalnya seperti uang buku dan seragam sekolah. Inilah yang memberatkan masyarakat miskin, karena bagi mereka mengeluarkan pendapatan untuk biaya sekolah sama halnya harus kehilangan biaya pendapatan untuk hidup sehari-hari.

Kedua, kemiskinan juga selalu dihubungkan dengan pekerjaan tertentu. Indonesia memang sangat terkait dengan sektor pekerjaan di bidang pertanian untuk di daerah pedesaan. Sektor informal yang berada di daerah perkotaan. Dengan begitu sangatlah tinggi kemiskinan di sektor pertanian yang menyebabkan kemiskinan di antara banyaknya kepala rumah tangga yang bekerja di sektor pertanian ketimbang yang bekerja di sektor lainnya.

Ketiga, hubungan kemiskinan dengan gender di Indonesia merupakan hal yang sangat terasa sekali. Karena kemiskinan bisa dipengaruhi oleh tingkat buta huruf, angka pengangguran, bahkan penduduk perempuan memiliki posisi yang lebih tidak menguntungkan daripada penduduk laki-laki.

Keempat, lagi-lagi berhubungan dengan kurangnya akses infrastruktur dan pelayan terhadap masyarakat miskin. Bisa saja langsung tidak mendapat layanan kesehatan, pendidikan, transportasi jika memandang tingkat kemiskinan.

Kelima, lokasi geografis. Ini memang berkaitan sekali dengan kemiskinan, ada dua hal. Pertama, kondisi alam yang terukur dalam potensi kesuburan tanah dan kekayaan alamnya. Kedua, adanya pemerataan pembangunan, baik di desa ataupun di perkotaan. Hal ini terlihat jelas bahwa adanya kesenjangan berdasarkan lokasi geografis.

Baca juga:

Berdasarkan uraian tersebut, dapat dikatakan bahwa faktor penyebab kemiskinan sangat kompleks dan saling memengaruhi satu sama lain. Artinya kemiskinan bukan hanya karena satu faktor saja, tetapi multifaktor. Namun, secara garis besar faktor dominan yang memengaruhi kemiskinan di antaranya: pendidikan, lokasi, pendapatan, keterbatasan akses kesehatan, keuangan dan pelayanan publik lainnya.

Tampaknya dalam merumuskan sebuah kebijakan ataupun program yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia perlu yang namanya tahapan. Misalnya, bisa diawali dengan assessment, di mana tahapan ini dilakukan untuk merumuskan atau mengategorikan dimensi-dimensi dan faktor penyebab kemiskinan, menganalisis kebutuhan potensi yang bisa dikembangkan juga merumuskan bentuk program yang akan dilakukan oleh penduduk miskin.

Tahap pertama¸ melakukan diagonosis dan analisis terlebih dahulu tentang kemiskinan. Bermaksud untuk mengukur tingkat kemiskinan, penargetan dan penentuan jenis kebijakan atau program yang akan dibuat.

Tahap kedua, menentukan tujuan, target, dan indikator yang akan dicapai nantinya.

Tahap ketiga, di mana harus merancang dan mengimplementasikan program yang sudah dibuat. Supaya hasil dari tahap ini bisa terlaksananya peraturan, petunjuk pelaksanaan, dan juga pelaksanaan teknis. Dilakukan monitoring juga untuk menyediakan informasi yang mana membantu untuk mencapai tujuan yang sudah terancang.

Program Baru

Indonesia memiliki jumlah penduduk yang bisa terbilang besar pada tahun 2007 yaitu 23,16 juta jiwa dan sumber daya alam yang sangat melimpah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin mencapai 37,17 juta jiwa atau sama dengan 16,58% dari total penduduk Indonesia.

Terdapat lima faktor yang diketahui memengaruhi kemiskinan di Indonesia, yaitu, pendidikan, gender, pekerjaan, akses terhadap pelayanan dasar dan juga infrastruktur serta lokasi geografis. Inilah faktor yang sangat memengaruhi dan berdampak kemiskinan di setiap wilayahnya.

Permasalahan kemiskinan sangatlah kompleks, maka dari itu harus ada program penanggulangan kemiskinan. Sehingga akan terciptanya koordinasi dan kesinambungan untuk mencapai tujuan masyarakat miskin. Yang akhirnya akan membangkitkan penduduk miskin untuk keluar dari zona kemiskinan.

Daftar Pustaka

  • Banowati, E., & Paramita, A. P. (2018). Implementasi dan Sosialisasi Model Pelatihan dalam Pemberdayaan Penduduk Miskin Perkotaan. Jurnal Geografi: Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian, 12(1), 61-73.
  • Sugandi, Y. S. (2017). Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan: Pengalaman Kota Bandung. JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik), 2(1), 109-128.
  • Nurwati, N. (2008). Kemiskinan: Model Pengukuran, Permasalahan dan Alternatif Kebijakan. Jurnal Kependudukan Padjadjaran, 10(1), 1.
    Mila Khoirunnisa
    Latest posts by Mila Khoirunnisa (see all)