PSI Bangga Jadi Satu-satunya Parpol yang Bersih dari Caleg Napi Korupsi

PSI Bangga Jadi Satu-satunya Parpol yang Bersih dari Caleg Napi Korupsi
Jumlah Bakal Caleg Mantan Napi Korupsi | Bawaslu RI

Ulasan PersPartai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan bangga sekaligus prihatin membaca data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Data tersebut menunjukkan bahwa semua partai politik—kecuali PSI—ternyata menyertakan caleg yang pernah menjadi napi korupsi.

“Kami bangga bahwa PSI adalah satu-satunya partai politik yang di dalam daftar calegnya tidak ada mantan napi korupsi,” kata Ketua Umum PSI, Grace Natalie di Jakarta (27/7).

“Namun kami juga prihatin bahwa semua partai politik lain ternyata menyertakan nama-nama yang merupakan mantan napi korupsi,” tambah Grace.

Bawaslu kemarin (6/7) meluncurkan daftar nama bakal caleg mantan napi korupsi di DPRD provinsi, kabupaten, dan kota. Dalam daftar itu, Partai Gerindra menjadi partai yang paling banyak menyertakan nama mantan napi korupsi, yaitu 27 orang. Dikuti oleh Partai Golkar (23), Partai Berkarya (16), Hanura (14), NasDem (13), Partai Demokrat (13), Perindo (11), PBB (8), PKPI (7), PKB (6), Garuda (6), PPP (6), PDIP (5), PKS (5), PAN (5), dan terakhir PSI (0).

Menurut Grace, PSI memang secara tegas menolak caleg yang diketahui pernah terlibat dalam tindak pidana korupsi.

“Berapapun besarnya peluang suara yang bisa diraihnya, bila caleg tersebut pernah korupsi, ya akan kami tolak,” ujarnya.

Grace memandang sikap tegas ini diperlukan karena korupsi adalah kejahatan luar biasa yang harus diperangi seluruh elemen masyarakat.

“Seorang mantan koruptor bisa saja bertobat, tapi biarlah itu menjadi urusannya dengan Tuhan,” ujar Grace. “Sedangkan kita harus secara tegas menunjukkan sikap bahwa seorang mantan koruptor tidak bisa lagi menempati posisi publik yang terkait yang menentukan hidup masyarakat banyak.”

Grace prihatin bahwa partai-partai lama dan partai-partai baru lain ternyata bersikap lunak terhadap mantan napi korupsi.

“Kami khawatir bahwa sikap ini memberikan isyarat pada masyarakat bahwa tindak korupsi itu adalah kesalahan biasa-biasa saja yang mudah dimaafkan dan dilupakan,” lanjut Grace.

Dalam hal ini, Grace memuji sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sudah mengembalikan 200 berkas caleg yang diketahui pernah terlibat dalam tindak korupsi.

“Kami mendukung langkah KPU,” ujar Grace. “Walau Peraturan KPU berisi larangan pengusulan nama caleg mantan pidana korupsi masih digugat ke Mahkamah Agung, tapi langkah KPU itu menunjukkan ketegasan sikap KPU untuk mencegah agar jangan sampai parlemen diisi para mantan koruptor.”

*Sumber

PSI jadi satu-satunya partai yang tak mengandung napi korupsi

_____________

Baca juga: