Raymond Aron, Peneguh Hakikat Kebebasan Manusia

Raymond Aron
Raymond Aron (Voix de l'Hexagone)

Tulisan-tulisan Raymond Aron di buku ini masih penting untuk kita baca. Karena ia merupakan anak manusia yang tak henti-hentinya sepanjang hayat memikirkan dan memperdebatkan hakikat kebebasan.

Nama penulis ini, Raymond Aron, adalah nama yang sangat terkenal di kalangan intelektual dunia. Ia terkenal bukan saja karena kecemerlangan intelektualnya, tetapi juga karena kegigihan dan kegiatan-kegiatan intelektualnya dalam berbagai forum internasional. Terutama pula dalam perdebatan-perdebatan politik di dalam negerinya sendiri.

Sentral dalam pemikiran Raymond Aron adalah apa yang dinamakan Max Weber sebagai “etika bertanggung jawab”. Setiap orang yang mengikat dirinya merasa bertanggung jawab terhadap buruk-baik masyarakatnya. Misalnya, harus mengejar kebenaran terus-menerus. Disertai oleh keterbukaan untuk menerima kebenaran-kebenaran yang menyakitkan. Pun mempunyai keberanian setelah tahu untuk berbuat.

Di waktu yang sama, selalu sadar bahwa apa yang diketahui adalah tidak semuanya. Selalu pula ingat betapa terbatasnya kemungkinan-kemungkinan untuk melakukan aksi, biaya, serta hasil dari aksi yang dilakukan.

Ia juga pernah aktif sebagai wartawan. Tulisan-tulisannya tersebar di banyak penerbitan di Prancis. Juga sering diterbitkan di dalam berbagai bahasa asing lain.

Selain itu, di masa mudanya, ia telah menjadi seorang sosialis. Ia aktif dalam seksi Prancis Gerakan Buruh Internasional yang waktu itu merupakan Partai Sosialis Prancis.

Karena pendiriannya yang teguh mengutamakan kebenaran sebagai landasan pemikiran, maka Raymond Aron juga banyak menulis kritik tajam terhadap praktik-praktik Marxisme. Masa Raymond Aron berpolemik dan berdebat merupakan masa perang dingin sehabis Perang Dunia II. Perang dingin yang berkelanjutan di bawah ancaman bom nuklir antara Amerika Serikat dan Soviet Rusia.

Meski perang dingin telah usai, runtuhnya kekuasaan komunis di Soviet Rusia dan negara-negara komunis lain di Eropa Timur, namun tulisan-tulisan Raymond Aron di buku ini masih penting untuk kita baca. Karena ia merupakan anak manusia yang tak henti-hentinya sepanjang hayat memikirkan dan memperdebatkan hakikat dari kebebasan manusia dalam makna Kebebasan dengan K huruf kapital.

***

Raymond Aron juga mempertajam kontroversi abadi antara paham kaum Marxis yang mengatakan bahwa kebebasan politik, kebebasan pribadi, kebebasan intelektual, tidak mempunyai arti yang efektif; dan bahwa hanya sebuah revolusi yang mengubah kepemilikan alat produksi yang punya kemampuan untuk menjamin kebebasan yang sebenarnya.

Sangat menarik untuk ditelaah konfrontasi yang disusunnya antara pikiran-pikiran Alexis de Tocqueville (yang terkenal dengan bukunya tentang Amerika Serikat) dengan doktrin Karl Marx. Dalam hubungan ini, perlu diingat bahwa tulisan-tulisan Raymond Aron telah ditulisnya jauh sebelum keruntuhan kerajaan-kerajaan komunis di Eropa Timur.

Kekuatan Raymond Aron

Salah satu kekuatan Raymond Aron, di samping kekuatan pemikiran dengan gagasan, adalah kemahirannya menulis dengan bahasa yang jernih dan mudah dipahami.

Sebagaimana dikatakan Raymond Aron dalam kata pengantarnya sendiri, “…buku kecil ini merupakan bagian dari—seperti buku-buku yang telah mendahuluinya. Penelitian yang saya lakukan sejak bertahun-tahun mengenai peradaban modern. Saya mengambil dari pemikir-pemikir masa lampau masalah-masalah yang masih aktual, oleh karena masalah-masalah itu bersifat abadi. Akan tetapi, saya mencari jawaban-jawabannya melalui pengamatan kenyataan-kenyataan yang ada.”

Dalam sebuah kata pengantar bagi kumpulan karangan-karangannya, Franciszek Draus menyebutkan betapa banyak dan luasnya masalah-masalah yang telah ditulis oleh Raymond Aron sepanjang hidupnya. Ia menulis mengenai filsafat, ekonomi, sosiologi, dan jurnalistik.

Meskipun banyak ragam dan bidang penulisannya, Franciszek Draus berpendapat, semua curahan kegiatan intelektualnya menyatu dalam kerangka keyakinan dan pengabdian Raymond Aron. Ya, sebagai seorang anak manusia dan intelektual pada kebebasan dan martabat manusia. Ia berkeyakinan kemanusiaan hanya dapat diekspresikan dalam satu sistem yang memungkinkan orang menyatakan keragu-raguan. Dan juga, adanya iklim terbuka untuk melakukan dialog.

Keterlibatan dan keyakinannya yang teguh mengenai kebebasan manusia tercermin dengan jelas dan jernis dalam kumpulan esainya di buku ini.

*Pengantar Mochtar Lubis untuk Kebebasan dan Martabat Manusia karya Raymond Aron (Yayasan Obor Indonesia, 1993)

___________________

Artikel Terkait: