Salah Satu Kalimat

Salah Satu Kalimat
©Blogspot

Jangan pernah malu bilang tidak
Pada sesuatu yang kau anggap tak enak
Jangan ragu untuk mengatakan sejujurnya
Pada sesuatu yang akan menjadi dusta
Di setiap kalimat pasti ada sesuatu makna

Meski harus menguasai kosa kata
Namun suara ini tanpa koma
Dia akan terus mengalir
Hingga ke ujung hilir
Di bagian-bagian yang kau angga[ munafik

Terkadang di situlah kata terunik
Di mana sesuatu yang belum pernah dibacakan
Dapat keluar begitu saja
Dengan kalimat sederhana itu

Akhir Sebuah Rindu

Menahan gejolak rindu perih lirih
Kekasih hati jauh di sana mengukir senja
Ku terus melangkah dan berharap
Akan sebuah akhir yang penuh bahagia

Dua insan yang jauh, namun terikat erat
Kerinduan padanya membuatku lupa
Bahwa Tuhan terus menjaga rasa ini
Agar terus tak pernah padam

Jika kerinduanku padanya membuat lengah
Lebih baik ku pergi hanya tertuju pada-Mu saja
Rasa rindu ini berujung pada satu titik
Pada sang penguasa
Di mana kelak ku kan menghadap-Nya

Abadinya Tinta Hitam dan Kertas Putih

Hari ini aku melampiaskan kemarahan dalam sunyi, kemarahan yang tiada arti sebenarnya
Hanyalah ulah sang maha tidak bertanggung jawab.
Hari ini aku hanya ditemani tinta hitam dan kertas putih tanpa dosa, yang aku jadikan sasaran untuk kemarahanku ini
Kemarahan yang tidak henti pada tanganku, aku menggoreskan tinta hitam di buku-buku, aku menggoreskan tinta hitam yang masih putih polos

Kertas putih maafkanlah aku, karena aku tiada teman melainkan hanya kamu
Kertas putih maafkanlah aku yang telah menodaimu dengan tinta hitamku
Maafkanlah aku yang telah meremasmu dengan kedua tanganku
Kamu sangatkah berjasa dalam hidupku, mulai aku belum mengerti bagaimana menulis huruf A dan sampai sekarang aku sudah memahami apa itu huruf Z
Kertas putih kau sangatlah berharga ada di dunia ini, bayangkan berapa puluh ribu juta manusia yang tidak bisa hidup tanpamu

Dulu kau hanyalah daun yang dijadikan muntahan tinta hitamku, namun  sekarang kau sangat sempurna
Kertas putih maafkanlah aku yang telah mengotorimu dengan huruf-huruf yang berjajar dan angka yang dijadikan diriku mempunyai inspirasi
Dulu aku tidak mengenal bagaimana cara menulis huruf dan angka yang saat ini aku tulis di tubuhmu kertas putih
Hanyalah ilustrasi yang akan jadikan untuk membahagiakanmu

Bagaimana mungkin kau akan membahagiakanku sedangkan tinta hitamku telah mengotorimu?
Seandainya kau dapat berbicara  maka aku ingin bercerita banyak denganmu kertas putih
Kau terluka akibat kemarahanku, kau terluka akibat egoku
Tinta hitam yang telah menggores tubuhmu akan lama hilang sebelum kau di terpa oleh kehancuran
Tinta hitam yang sudah memenuhi tubuhmu akan hilang bila di terpa goresan, namun itu ada bekasnya dan kamu tidak bisa seputih pertama kali saat aku memakaimu

Kertas putih seandainya kau tahu keadaanku pasti kau akan lebih bisa merasakan bagaimana sulitnya jadi aku
Kemarahanku hanyalah  sementara “kertas putih” besok atau lusa aku akan  baik denganmu karena kamun tidak pantas untuk jadi ajang kemarahanku

Aku telah banyak berdosa padamu karena aku telah banyak menorehkan tinta hitam padamu, namun ini semua hanyalah aku jadikan tempat untuk metode pembelajaranku, karena tanpa ada kamu akan kebingungan untuk mencari lahan untuk pembelajaranku hidup di dunia yang fana ini

Teramat Rindu

Sebentar lagi senja kan tiba
Harapku senja kan berakhir bahagia
Namun jurang waktu berkata lain
Harus ada segurat tawa yang hilang
Mungkin setitik kecewa menggores

Bila ku mampu, ingin menghentikan sang waktu
Ku ingin menikmati indah senyummu
Takkan ku biarkan senyummu layu
Duhai sang bayu kabarkan pada senja bahwa aku teramat rindu akan senyuman itu

Mataku Buta Karenamu

Ini mataku yang membuta
Mata yang dulu menatapmu manja
Telah tertutup hanya tampak gulita
Tak bisa mengira bentuk rupa
Hanya terujar lewat suara

Ini tanganku yang cacat
Yang dulu kau pegang erat
Yang dulu mendekapmu hangat
Walau sekarang sudah cacat
Dan ini hatiku

Yang tulus memujamu
Mendamba dirimu
Yang rela menunggu
Dalam keegoisan sang waktu

    Latest posts by Lalik Kongkar (see all)