Sandi Bohong Bangun Tol Cipali tanpa Utang

Sandi Bohong Bangun Tol Cipali tanpa Utang
Sandiaga Uno

Nalar Politik Sandiaga Uno terindikasi berbohong. Menyebut diri membangun proyek tol Cikopo-Palimanan tanpa utang adalah bohong besar seorang Sandi.

Demikian Jubir PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo menilai Cawapres nomor urut 02 ini. Klaimnya terkait tol Cipali, menurut Rizal, adalah bentuk pembohongan publik.

“Faktanya, sebanyak 70 persen pembiayaan jalan tol tersebut berasal dari utang. Sebanyak 30 persen dari equity atau modal sendiri,” ujar Rizal dalam keterangannya hari ini di Jakarta.

Equity pun, lanjut Rizal, tidak ada yang jamin seratus persen dari kocek sendiri. Bahwa bisa saja equity dari pihak ketiga atau utang juga.

“Hari gini mana ada pengusaha bangun tol pakai duit sendiri? Bang Sandi jangan tipu-tipu publik dengan informasi yang salah,” tambah Rizal.

Sebelumnya, pasangan Prabowo Subianto itu menyebut bahwa perusahaannya telah membangun tol Cikopo-Palimanan. Ada ratusan kilometer yang katanya sudah terbangun tanpa pinjaman atau utang.

“Saya sudah membangun Cikopo-Palimanan 116 kilometer tanpa utang sama sekali,” beber Sandi seperti dilansir detikFinance.

Faktanya, pendanaan tol ternyata berasal dari modal sendiri sebanyak 30 persen. Sisanya, yakni sebesar 70 persen berasal dari pinjaman sindikasi perbankan yang dipimpin oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Pembangunan tol Sandi tersebut berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol yang diamandemen pada 27 Oktober 2011. Total nilai investasi tol sebesar Rp12,56 triliun dengan masa konsesi 35 tahun.

Rizal mengatakan, sebanyak 22 bank dipimpin BCA dan Bank DKI memberikan komitmen pinjaman sindikasi sebesar Rp 8,8 triliun.

“Saya kira Mas Sandi tidak mengalami amnesia atas utangnya sendiri. Ini sengaja melakukan pembohongan publik. Ada target tertentu,” pungkas Rizal.

Tak hanya itu, ia juga menduga keterlibatan Sandiaga Uno di tol Cikopo-Palimanan melalui PT Lintas Marga Sedaya (LMS), operator tol, hanya sebagai makelar investor asing.

“Dugaan kita, Sandi hanya makelar masuknya dana-dana asing. Pemilik semestinya adalah Malaysia,” tutupnya.

Redaksi NP
Reporter Nalar Politik