Saya Oposisi

Saya Oposisi
©Kompas

Saya Oposisi

KPU menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2024 dalam Keputusan Nomor 504 Tahun 2024 pada Rabu (24/4/2024).

KPU menetapkan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih periode 2024-2029 dalam Pemilu 2024 dengan perolehan suara sebanyak 96.214.691 suara atau 58,59 persen dari total suara sah nasional, dan memenuhi sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di 38 provinsi.

Putusan KPU tersebut dibacakan pasca MK menolak untuk keseluruhan gugatan perkara Nomor 1/PHPU.PRES-XXII/2024 dan Nomor 2/PHPU.PRES-XXII/2024. Meski terdapat “dissenting opinion” dari tiga hakim MK, yakni Saldi Isra, Enny Nurbaningsih, dan Arief Hidayat, hasil Pemilu 2024 tetap sah.

Untuk selanjutnya akan dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah pada (20/10/2024) di Sidang Umum MPR RI. Maka terkait putusan perkara PHPU di MK, dan penetapan KPU tersebut, Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar Mahfud (GaMa) Provinsi Sumatra Utara (Provsu) menyampaikan pandangan dan sikap sebagai berikut:

Pertama, bahwa TPD GaMa Provsu mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Sumut yang telah memberikan suaranya kepada pasangan Ganjar-Mahfud di Sumut. Dukungan warga Sumut ikut menyumbang suara sehingga pasangan GaMa memperoleh 27.040.878 suara atau 16,47 persen suara sah nasional.

Kedua, bahwa semua warga Sumut yang memilih Ganjar-Mahfud dipastikan bukan karena intimidasi, bukan karena hadiah atau janji, baik berupa uang atau sembako, bukan karena hibah, bansos, atau karena program pemerintah lainnya. Semua suara rakyat yang memilih Ganjar Mahfud di Sumut adalah suara murni, digerakkan oleh etis moral yang tinggi.

Ketiga, bahwa TPD GaMa Sumut mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan juang politik, relawan, simpatisan, ormas, OKP, Ornop, wadah berhimpun masyarakat mandiri, serta kepada Parpol pengusung (PDIP, PPP, Hanura, Perindo) atas perjuangan bersama hingga Paslon Ganjar-Mahfud dikenal dan dipilih oleh sebagian warga Sumut. Seluruh kerja keras bersama memberi kontribusi bagi upaya pemajuan demokrasi partisipatif di Sumut dan Indonesia.

Baca juga:

Keempat, bahwa TPD GaMa Sumut menghormati dan menerima putusan MKRI terkait gugatan PHPU yang diajukan oleh TPN GaMa. Langkah hukum di MKRI adalah upaya mencari keadilan dalam kontestasi demokrasi. Selanjutnya menerima dan menghormati penetapan KPU, meski TPN GaMa, atau DPP PDIP akan mengajukan upaya hukum lainnya di PTUN. Seluruh upaya hukum tersebut sah sebagai hak konstitusional warga negara.

Kelima, bahwa dengan berakhirnya PHPU di MKRI, dan penetapan oleh KPU, maka TPD GaMa Sumut juga akan mengakhiri seluruh rangkaian tugas dan pelayanan politiknya di Sumut. TPD GaMa Sumut mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Sumut, KPU, Bawaslu, PPK, Panwascam, PPS, PPD, seluruh stakeholders Pemilu yang bekerja dengan baik.

Terima kasih juga kepada pemerintah, pemerintah daerah, Polri, TNI, dan seluruh pihak yang terlibat membuat Pemilu aman, damai, dan tertib.

Keenam, bahwa TPD GaMa Sumut memberi apresiasi yang tinggi bagi hakim MKRI yang menyatakan pandangan berbeda (dissenting opinion) dalam putusan MKRI. Semoga dari proses tersebut bangsa ini dapat belajar terhadap hakikat demokrasi yakni keberanian “berbeda dan berkata tidak”.

Ketujuh, bahwa TPD GaMa Sumut menyampaikan selamat kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2024-2029.

Kedelapan, bahwa sebagai kader PDIP, kami meminta DPP PDIP memastikan langkah dan pilihan politik untuk di luar pemerintahan (sebagai penyeimbang atau oposisi). Pilihan terbaik PDIP saat ini adalah di luar pemerintahan baru.

Kesembilan, bahwa sebagai kader PDIP, kami meminta Ganjar dan Mahfud tetap berada di luar pemerintahan, tidak masuk dalam kabinet Prabowo-Gibran.

Kesepuluh, bahwa sebagai kader PDIP, kami akan memilih berada di luar pemerintahan, sebagai penyeimbang (oposisi). Kami akan menjadi “oposisi” dengan membangun gerakan rakyat dengan hastag #SayaOposisi.

Baca juga:
Sutrisno Pangaribuan
Latest posts by Sutrisno Pangaribuan (see all)