Sebagai Game Changer, UU Cipta Kerja Bakal Dorong Investasi

Sebagai Game Changer, UU Cipta Kerja Bakal Dorong Investasi
©MediaMax Network

Nalar Politik – Sebagai game changer, UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dinilai akan dan mampu mendorong investasi. Ini diupayakan demi harapan pertumbuhan perekonomian Indonesia pada 2021.

“Dengan UU Cipta Kerja yang peraturan pelaksananya (yang diperkirakan akan keluar) Februari (2021) secara undang-undang harus selesai, ini bisa menjadi game changer kedua bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui investasi, baik dalam maupun luar negeri,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P Roeslani di Primetime News yang disiarkan Metro TV, Kamis (3/12).

Rosan berharap kehadiran UU Cipta Kerja betul-betul bisa meningkatkan kepercayaan dan beban berusaha berkurang. Dengan demikian, ia yakin investasi bisa meningkat.

Meningkatnya investasi itulah, menurut Rosan, akan menciptakan lapangan kerja lebih banyak lagi guna menekan angka pengangguran yang tiap tahun terus bertambah, dan juga karena dampak pandemi Covid-19.

“UU Cipta Kerja akan mendorong investasi, yang saat ini kontribusinya 31-32 persen dari ekonomi Indonesia.”

Sebelumnya, dikutip dari Media Indonesia (27/11), Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyebut UU Cipta Kerja akan mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah.

Beleid tersebut juga dinilai akan mempermudah iklim investasi dan menciptakan lapangan kerja. Hal ini dikarenakan tidak ada lagi invervensi pemerintah pusat di daerah soal pajak, retribusi, dan investasi.

“Banyak terjadi kesalahpahaman soal UU Cipta Kerja. Kewenangan itu ada di daerah. Pusat hanya sebagai wasit saja, mengawasi bila seluruh aturan atau pengutan yang tidak pro kepada kesejahteraan rakyat,” jelas Iskandar.

“Misalnya, aturan yang berbelit-belit, pahak dan retribusi yang terlalu tinggi. Jadi benar-benar hanya sebagai wasit,” tambahnya.

Iskandar juga menjelaskan perihal investasi, iklim berusaha, serta penciptaan lapangan kerja yang memang menjadi tujuan utama dalam UU Cipta Kerja. Karena itu, peluang bagi penciptaan lapangan kerja akan jauh lebih besar, serta memudahkan pembukaan usaha baru.

“Sebagai contoh, jika pelaku usaha UMKM ingin mendirikan perseroan, kini bisa melalui satu orang saja.” [mc]