Serang Balik, Rian Ernest Sebut Cara Berpolitik PKS Tidak Sehat

Serang Balik, Rian Ernest Sebut Cara Berpolitik PKS Tidak Sehat
Rian Ernest, Caleg PSI untuk DPR RI Dapil DKI 1 Jakarta Timur

Nalar PolitikPolitikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest tampak geram dengan serangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Rian menyebut cara berpolitik PKS tidak sehat lantaran menuduh PSI partai anti-Pancasila tanpa dasar yang jelas.

“Cara berpolitik PKS tidak sehat. PKS sama sekali tidak memberi contoh berpolitik yang baik kepada warga,” kata Rian menanggapi tudingan PKS terhadap partainya terkait penolakan perda agama, Senin (19/11).

Bagi Rian, bukan masalah jika PKS tidak setuju dengan sikap PSI, termasuk terhadap penolakan mereka atas perda agama di negeri ini. Tetapi menuduh PSI sebagai partai yang terpengaruh ideologi komunisme, partai anti-Pancasila, bukanlah cara yang fair.

“Hanya karena punya sikap berbeda, lalu menuduh kami yang tidak-tidak, bukanlah cara yang fair,” sesal Rian.

Caleg DPR RI Dapil DKI 1 Jakarta Timur ini menyatakan bahwa di PSI, mereka sangat menyambut gembira oposisi yang mau berkompetisi secara dewasa. Bila PKS tidak setuju dengan cara pandang PSI, harap Rian, maka sebaiknya dibantah saja.

“Mari kita adu argumen. Tidak perlu dengan melabel ini dan itu.”

Lagi pula, terkait penolakan perda berbasis agama, Rian mengatakan bahwa bukan cuma PSI yang bersikap menolak. Beberapa tokoh Islam ternama pun merespons hal yang sama.

“Ada (alm.) KH Hasyim Muzadi, Buya Syafii Ma’arif, Prof Mahfud MD, serta tokoh-tokoh Islam lainnya. Apakah mereka juga akan PKS sebut terpengaruh ideologi komunisme dan menolak Pancasila?”

PSI Anti-Pancasila

Sebelumnya beredar kabar, PKS, melalui Ketua Departemen Bidang Politik-nya, Pipin Sopian, menyebut manuver PSI yang disampaikan Grace dalam pidatonya di HUT PSI yang ke-4 tak sesuai dengan nafas Pancasila, terutama sila pertama.

“Banyak kalangan ulama dan umat yang mengkhawatirkan ini. Spirit mereka ingin menjauhkan politik dari agama itu pilihannya dia,” kata Pipin seperti dilansir VIVA.

Pipin heran, sikap politik PSI tak bisa menyesuaikan kondisi di Tanah Air. Ia pun mempertanyakan ideologi yang menjadi rujukan PSI.

“Terpengaruh ideologi komunisme atau sekularisme. Keduanya merupakan anti-Pancasila,” jelas Pipin.

Karena ucapan Grace yang terkesan menolak perda berbasis agama, dikhawatirkan bahwa Jokowi sebagai capres petahana didukung oleh partai anti-Pancasila seperti PSI. Ia pun menyindir pihak petahana yang sering melontarkan klaim ‘Saya Pancasila’, namun tak bisa mempraktikannya.

“Kami khawatir, Presiden Jokowi saat ini sedang didukung oleh partai yang anti-Pancasila. Mengklaim sebagai ‘Saya Pancasila’ dan sering menilai orang lain tidak Pancasilais, tetapi partai pendukungnya (PSI) anti-Pancasila,” tuturnya.