Setelah PSI Kalah

Setelah PSI Kalah
Dok. PSI

Nalar PolitikSetelah PSI kalah, sikap Grace Natalie tetap tampak dewasa. Ia mampu tunjukkan jiwa kesatria; berbeda drastis dengan apa yang kubu oposisi tampilkan ke publik.

“Kami telah berjuang dengan apa yang kami bisa. Tidak, kami tak akan menyalahkan siapa-siapa. Kader kami, pengurus PSI, caleg kami, telah bekerja keras siang dan malam meyakinkan rakyat. Tetapi, inilah keputusan rakyat melalui mekanisme demokrasi yang harus kami terima dan hormati,” kata Grace melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (17/4).

Grace tegaskan tidak ada penyesalan. Meski PSI hanya mampu mendapat 2 persen, yang artinya tidak akan berada di Senayan untuk lima tahun ke depan, tetapi sama sekali tidak ada penyesalan atas setiap tetes keringat dan air mata yang jatuh selama anak-anak muda ini membangun partai progresif.

“Kami, anak-anak muda PSI, telah terlibat dalam sebuah perjuangan yang bagi kami sangat luar biasa.”

Lebih jauh, Grace berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat—langsung ataupun tidak—dalam perjuangan bersama.

“Di tengah apatisme politik, kami berhasil membuktikan bahwa orang mau berkontribusi: menyumbang uang, membantu mencetak alat peraga kampanye, menyumbang tenaga, pikiran, bahkan meninggalkan pekerjaan mereka demi berjuang bersama PSI. Kepada mereka semua, kami mengucapkan terima kasih.”

Grace pun meminta para pengurus dan calegnya untuk tidak putus asa, dan tetap menjaga suara PSI ke depan.

“Meskipun kandas melewati parliamentary threshold di level nasional, tetapi saya yakin bahwa akan banyak kawan-kawan yang berpeluang mendapatkan kursi di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Ini adalah modal politik yang harus kita rawat.”

Tetap Jadi Partner Jokowi

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie sudah mengambil kesimpulan atas hasil Pemilu 2019 di mana partainya ikut bertarung. Hal itu berdasar hasil hitung cepat (quick count) dari sejumlah lembaga kredibel.

“Sambil menunggu real count sebagai standar konstitusional, kita sudah bisa mengambil kesimpulan mengenai hasil pemilu kali ini. Pertama, Calon Presiden PSI, yakni Pak Jokowi, telah memenangkan pemilihan presiden dengan selisih sekitar sepuluh persen,” terang Grace.

Sebagai partai pendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019, Grace merasa gembira atas hasil capaiannya. Meski PSI kalah, ia tetap menyatakan kesiapan PSI menjadi partner Jokowi di periode keduanya.

“Kami siap menjadi partner Pak Jokowi dalam menjalankan program-program kerakyatan yang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. PSI akan kembali menyapa rakyat; bukan lima tahun lagi, tetapi besok!”

Redaksi NP
Reporter Nalar Politik