Survei Pilihan Presiden 2024, Ganjar Pranowo Cukup Dominan

Survei Pilihan Presiden 2024, Ganjar Pranowo Cukup Dominan
©Indikator

Nalar Politik – Dalam survei pilihan presiden 2024, Indikator Politik Indonesia menemukan, Jokowi paling tinggi dukungannya (20,8 persen), disusul Prabowo Subianto (13 persen), Ganjar Pranowo (8,9 persen), dan Anies Baswedan (8,7 persen). Nama-nama lainnya masih di bawah 2 persen dan yang belum menyebutkan nama 35,7 persen.

Sementara itu, pada berbagai simulai dari semiterbuka hingga pengerucutan nama, terdapat tiga nama yang terlihat menonjol dukungannya untuk pilihan presiden 2024 dibanding calon lain. Mereka adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

“Pada simulasi 3 nama tertutup, Prabowo Subianto unggul 35,4 persen, kemudian Ganjar Pranowo 31,6 persen dan Anies Baswedan 24,4 persen. Pada kelompok yang tahu Anies, juga tahu Ganjar dan tahu Prabowo, Ganjar Pranowo cukup dominan,” jelas Indikator Politik Indonesia dalam rilisnya, Minggu (9/1).

Khusus simulasi nama calon presiden dari kalangan ketua partai, Prabowo Subianto selalu paling tinggi dukungannya di semua simulasi, kemudian AHY dan Airlangga Hartarto.

“Pada simulasi 9 nama ketua partai, Prabowo Subianto paling tinggi dukungannya (54,4 persen), kemudian AHY 11,8 persen dan Airlangga 6,8 persen. Nama lain lebih sedikit, di bawah 5 persen.”

Di ranah pilihan wakil presiden, Anies Baswedan, Sandiaga Salahuddin Uno, dan Ganjar Pranowo masing-masing mendapat dukungan terbesar, di atas 8 persen (top of mind). Hal ini juga terlihat dalam simulasi 30 nama semiterbuka. Anies meraih dukungan paling tinggi (14,7 persen), kemudian Sandiaga (12,4 persen) dan Ganjar (10,4 persen).

Ketika simulasi mengerucut menjadi 12 nama, kebanyakan menilai Sandiaga paling pantas sebagai calon wakil presiden. Dukungan terhadapnya 25 persen, menyusul Ridwan Kamil 15,3 persen dan AHY 12 persen. Nama-nama lainnya lebih sedikit, di bawah 10 persen.

Untuk pilihan partai politik, hingga sejauh ini PDIP konsisten paling tinggi dukungannya (26,4 persen). Gerindra menyusul 11,1 persen, Golkar 10,4 persen, Demokrat 8,7 persen, PKB 6,8 persen.

Baca juga:

PKS 5,3 persen, NasDem dan PPP masing-masing 4 persen, PAN 2,5 persen, Perindo 2 persen. Partai lain kurang dari 1 persen dan kelompok non-partisan sekitar 16,9 persen.

Pada November 2021, tren PDIP dan partai-partai lainnya tampak stabil di angka masing-masing. Hanya Gerindra yang mengalami penurunan signifikan dari 15,2 persen.