Syariah dan Jatah Ormas

Syariah dan Jatah Ormas
Foto: Koran Jakarta

Nalar WargaSesungguhnya kampanye syariah yang gencar disuarakan sejak Reformasi 1998 di Indonesia bermuara pada masalah jatah ormas. Ormas-ormas Islam berlomba mendapatkan bagian dari anggaran negara.

Tidak heran jika mereka akan mendukung calon yang menjanjikan itu dan, sebaliknya, menyerang calon yang membatasi atau bahkan menghilangkanya.

Ahok adalah jenis yang kedua. Bantuan sosial bagi ormas dihapusnya. Meski demikian, bukan berarti dia tidak mempunyai perhatian terhadap masalah keagamaan. Ahok melakukannya dengan cara lain yang lebih sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi anggaran.

Sekarang, Anies mengembalikan kebiasaan jatah ormas dengan cara yang vulgar. Tentu saja, Gabener DKI ini akan dielu-elukan. Jakarta bersyariah sekarang tinggal menunggu pencairan angggaran.

Apa yang dilakukan oleh Anies adalah kelaziman di berbagai daerah yang memberlakukan perda syariah. Di Tasikmalaya, namanya Perda Tata Nilai, tetapi isinya sama saja. Ujung-ujungnya adalah jatah anggaran.

Anggaran, anggaran, anggaran. Al-anggaranu Imaduddin. Anggaran adalah tiangnya agama. Demikian kira-kira dalil ormas-ormas Islam itu.

Warganet
Latest posts by Warganet (see all)