Syariah Islam yang Mana?

Syariah Islam yang Mana?
i.ytimg.com

Nalar WargaJika seorang muslim ditanya apakah Anda setuju dengan syariah Islam, tentu saja jawabannya adalah iya. Saya juga. Pertanyaannya adalah syariah Islam yang mana?

Di sini masalah dimulai. Bagi kalangan Islam radikal, syariah berarti negara Islam atau, setidaknya, perda syariah. Bagi mereka, syariah harus diformalisasikan dalam politik pemerintahan. Mereka percaya Islam adalah agama dan negara.

Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan kepercayaan tersebut. Sejauh diperjuangkan secara demokratis, pemberlakukan syariah Islam adalah keinginan yang sahih. Kenyataan inilah yang sedang berlangsung di Indonesia saat ini.

Akan tetapi, syariah Islam yang diperjuangkan oleh kalangan Islam radikal, yang dipidatokan oleh orang seperti Bachtiar Nasir dan kaumnya, pada akhirnya digunakan oleh para politisi untuk menutupi kelemahan mereka.

Karena tidak becus memerintah ketika menjabat kepala daerah, para politisi itu menampilkan diri sebagai pembela Islam. Jarang sekali, atau bahkan tidak ada, syariah berkorelasi positif dengan pembangunan.

Di kota atau kabupaten yang memberlakukan perda syariah, pembangunan berjalan lambat. Selain justru mendorong tindakan intoleransi, angka korupsi di kota atau kabupaten tersebut umumnya dipersepsikan sangat tinggi. Apalagi kalau berkaca pada situasi internasional, gambarannya lebih buruk lagi.

Sekarang jelas bahwa penolakan terhadap gagasan negara Islam atau syariah Islam justru lahir dari kecintaan terhadap Islam. Kita tidak mau Islam hanya dijadikan alat oleh sekelompok politisi untuk mengeruk harta dan menguasai tahta duniawi. Bagi kita, Islam adalah tujuan yang memberi rahmat bagi sekalian alam.

*Amin Mudzakkir

___________________

Artikel Terkait:
Warganet
Latest posts by Warganet (see all)