Teroris Itu Sebangsa Gembel Warnet

Teroris Itu Sebangsa Gembel Warnet
©Lip6

Nalar Warga – Yang namanya teroris itu memang modalnya pas-pasan, kalau gak boleh dibilang minimal. Teroris kerjanya memang cuma nakut-nakuti, bondo ngawur, nyebar kengerian. Teroris ya sebangsa gembel warnet gitu.

Sampai sejauh ini, yang tercatat dalam sejarah, terorisme bekerja dengan cara menyebar ketakutan. Tidak dengan membuat kerusakan materiel yang signifikan.

Teroris-teroris itu, pada umumnya, tidak punya kekuatan untuk mengalahkan pasukan perang, kemudian menguasai negara atau sekadar menguasai kota.

Ya memang sangat mungkin teroris tidak segan-segan menggunakan senjata pemusnah massal. Ini kemungkinan yang mengkhawatirkan.

Tapi terorisme justru adalah sebuah strategi yang dipilih oleh bedes-bedes yang tidak punya akses pada kekuataan riil. Hanya di film Hollywood ada teroris pegang rudal nuklir.

Teroris selalu berhasil mendominasi judul-judul utama media massa. Karena mereka memprovokasi lawan-lawan untuk bertindak secara berlebihan.

Terorisme adalah pertunjukan pemandangan mengerikan kekerasan yang menjebak pikiran. Seolah-olah kita kembali ke zaman kekacauan dunia abad pertengahan.

Harari, dalam Homo Deus, menggambarkan teroris itu seperti lalat yang ingin menghancurkan sebuah toko. Lalat terlalu lemah, bahkan hanya untuk bisa menggeser cangkir kopi.

Tapi, lalat itu masuk ke telinga kerbau, mendengung. Kalau berhasil, kebo akan ngamuk dan menghancurkan toko.

Strategi kebo ngamuk merusak toko ini yang terjadi di dua dasawarsa lalu. Karena tidak bisa menggulingkan Saddam Hussein, lalat Timteng masuk telinga kebo Amrik dengan serangan 9/11.

Kebo Amrik ngamuk menghancurkan toko. Sekarang, lalat-lalat Timteng mendengung-dengung, bergaya di reruntuhan toko.

Kalau mengandalkan kekuatan sendiri, teroris-teroris terlalu lemah untuk menyeret kita kembali ke kekacauan dunia abad pertengahan dan menegakkan kembali hukum rimba. Mereka bisa memprovokasi kita. Tapi akhirnya, ya tergantung bagaimana kita merespons.

Jadi, teroris itu ya semacam gembel warnet yang suka ngancam-ngancam gitulah.

*Ryu Hasan

Baca juga:
Warganet
Latest posts by Warganet (see all)