Teruntuk Pak Jokowi: Negara Ini Milik Bersama!

Teruntuk Pak Jokowi: Negara Ini Milik Bersama!
©FB/Anick HT

Nalar Warga – Hari ini kami menangis lagi, Pak Jokowi. Di tengah penanganan pandemi yang sempat membuat Anda marah dan uring-uringan, hari ini kami dikejutkan oleh berita dari Kuningan sana. Bahwa Satpol PP sebagai pemegang mandat penertiban Kabupaten Kuningan menyegel pembangunan paseban sesepuh Adat Karuhun Urang (AKUR) di Curug Go’ong, Desa Cisantana.

Paseban itu dimaksudkan sebagai kompleks pemakaman sesepuh masyarakat Sunda Wiwitan. Apakah mereka menggunakan lahan milik orang atau lahan pemerintah? Tentu saja tidak.

Lalu apa alasannya disegel? Tak ada IMB. Apakah pihak AKUR tak mengajukannya? Meski entah seharusnya mengajukan atau tidak, namun untuk menghormati pihak yang berwenang, pihak AKUR mengajukannya, lalu ditolak dengan alasan belum ada juklak atawa juknis tentang IMB non gedung.

Di luar sana, sekelompok orang mengatasnamakan agama mayoritas tampak menggalang massa untuk satu tujuan: menolak pembangunan paseban tersebut. Apa alasan mereka? Kekhawatiran bahwa itu akan menjadi tempat pemujaan masyarakat. Nah loh…

Inilah yang membuat kami menangis, Pak Jokowi…

Orang-orang memiliki keyakinannya sendiri. Orang-orang memiliki cara sendiri untuk menghormati sesepuh yang berjasa dalam hidup mereka. Orang-orang tidak mengganggu lahan orang lain untuk mengekspresikan tradisi dan ajaran mereka sendiri.

Lalu ada sekelompok orang lain, dengan keyakinan yang berbeda, merasa terancam, terganggu, atau mungkin terkurangi kadar keimanannya. Mana bisa?

Ah, tapi, Pak Jokowi..

Jika ada sekelompok orang yang beragama dengan rasa takut seperti itu, itu juga sebenarnya boleh saja. Merasa lemah iman adalah hak.

Yang menjadi masalah adalah ketika seorang bupati, seorang pejabat negara: harus memfasilitasi rasa terancam sekelompok orang itu dengan mengorbankan hak orang lain untuk mengekspresikan keyakinan mereka.

Ketika seorang penyelenggara negara berpihak kepada narasi sempit dan egosentrisme semacam ini, sebenarnya para pejabat itu sedang menghina jabatan mereka sendiri.

Entahlah, Pak Jokowi..

Kami hanya tak ingin negeri ini tercabik oleh sentimen sempit semacam itu. Kami hanya ingin penghormatan negara ini terhadap segala perbedaan dan ekspresinya. Bukan hanya penghormatan di atas kertas, namun juga terwujud di lapangan. Agar negara ini juga terjaga martabatnya.

Sekadar mengingatkan, negara ini adalah milik semua anak bangsa, apa pun latar belakang keyakinan mereka. Apa pun. Negara ini bukan milik sekelompok orang dengan menegasikan kelompok lain hanya karena perbedaan keyakinan.

*Anick HT

Warganet
Latest posts by Warganet (see all)