Tiga Poin Krusial Ini Hilang di Unggahan Video Ganjar tentang Wadas

Tiga Poin Krusial Ini Hilang di Unggahan Video Ganjar tentang Wadas
©Ganjar Pranowo/Twitter

Nalar Politik – Atas nama warga Desa Wadas, Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa) menyayangkan unggahan video di akun media sosial pribadi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Tersampaikan lewat Wadas Melawan, video Ganjar tersebut tidak memuat tiga poin krusial berikut. Padahal ini yang menjadi tuntutan utama warga pada pertemuan Minggu, 13 Februari 2022.

“Pada saat Gubernur Jateng memasuki Masjid Nurul Huda (lokasi pertemuan), ibu-ibu Wadon Wadas menyambut dengan Mars Gempadewa, lagu perjuangan warga Wadas; bukan hanya lagu Ya Lal Wathon,” kicau Wadas Melawan, 14 Februari 2022.

Mars Gempadewa jadi penekanan pertama mengingat liriknya bernuansa perjuangan, yakni perjuangan menjaga Wadas demi kelangsungan hidup anak-cucu kelak.

Mars Gempadewa juga jadi penegas bahwa warga Wadas senantiasa konsisten melakukan perlawanan. Dalam hal ini, melawan proyek tambang batuan andesit di Desa Wadas.

Poin kedua adalah tidak adanya pernyataan warga Wadas, satu pun, yang tersampaikan melalui unggahan video Ganjar tersebut.

“(Padahal) poin itu yang kami rasa penting masyarakat dengar supaya memahami apa yang kami perjuangkan.”

Salah satu redaksinya berbunyi seperti ini:

Tanah di Wadas ini tidak dijual, tetapi menyangkut tanah leluhur, nyawa, dan generasi yang akan datang. Jadi, sampai kapan pun, dengan risiko apa pun, kami akan tetap melestarikan; mempertahankan tanah kelahiran ini, yakni tanah Desa Wadas.

Hal ketiga adalah permintaan warga Wadas kepada Gubernur Ganjar untuk mencabut Izin Penetapan Lokasi (IPL) Wadas.

Halaman selanjutnya >>>