Transformasi Ekonomi Digital Jadi Fokus Indonesia ke Depan

Transformasi Ekonomi Digital Jadi Fokus Indonesia ke Depan
©Getty Image

Market News – Sebagai Presidensi G20 Tahun 2020, Indonesia akan fokus pada transformasi ekonomi digital. Di samping kini tengah berkembang pesat, jumlah penduduk yang sangat besar dan daya beli yang terus meningkat akan membuat Indonesia makin menarik untuk investasi pada infrastruktur jenis ini.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut saat membuka B20 Inception Meeting yang tergelar secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/1).

Melalui acara itu, Jokowi menjelaskan, kepemilikan Indonesia atas satu decacorn, yakni Gojek, dan tujuh unicorn lainnya: Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, OVO, J&T Express, Xendit, dan Ajaib adalah modal besar tersendiri bagi Indonesia untuk mengembangkan ekonomi digital dalam negeri.

Karena itu, Presiden mengajak para pengusaha untuk berinvestasi di sektor ekonomi digital. Jokowi berharap langkah ini bisa memberi kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dan sama-sama merasakan manfaatnya.

“Kami ingin mengundang investasi yang memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari transformasi ekonomi digital ini,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir Investor Daily, Jumat (28/1)

Presiden turut mengungkap, pemerintah sudah mendorong sektor UMKM untuk memanfaatkan platform digital dalam memasarkan produk.

Dorongan itu bahkan sudah ia sampaikan sejak awal mewabahnya pandemi Covid-19 di Tanah Air.

“Strategi ini telah berhasil menarik lebih dari 8,4 juta UMKM yang saat ini bergabung dengan platform digital untuk menjual produknya.”

Baca juga:

Di saat yang sama, pemerintah juga mendorong interkonektivitas global. Sudah ada tiga investasi pembangunan kabel telekomunikasi bawah laut yang sedang berproses sebagai bentuknya. Infrastruktur ini menghubungkan Indonesia langsung dengan pantai barat Amerika Serikat tanpa perantara negara.

Setelah semua interkonektivitas global itu selesai terbangun, harap Presiden, tentu akan meningkatkan kapasitas bandwidth Indonesia lebih dari 100 persen.

Hal lainnya adalah memainkan peran penting dalam ekosistem semikonduktor. Jokowi menjelaskan, Indonesia akan membangun fasilitas chip design dan pabrik polysilicon di Jawa Tengah dengan kapasitas 40 ribu ton.

“Di tahap awal, produk ini akan kita fokuskan untuk menyuplai kebutuhan solar cell. Namun, dalam beberapa tahun ke depan, akan kita fokuskan untuk semikonduktor.”