Tuan Guru Bajang; Antara Ulama dan Umara

Tuan Guru Bajang; Antara Ulama dan Umara
©Dialeksis

Buku ini mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang tokoh politik sekaligus ulama Indonesia yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi.

Dr. KH. TGH. Muhammad Zainul Majdi, MA lahir pada tanggal 31 Mei 1972 di Pancor, Selong, NTB. TGB sebagai putra ketiga dari pasangan HM Djalaluddin SH, seorang pensiunan Pemda NTB dan saat buku ini ditulis menjabat sebagai Rektor Universitas NTB.

Ibunya bermana Hj. Rauhun Zainuddin Abdul Madjid. Keturunan dari TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid (Tuan Guru Pancor), pendiri organisasi Islam Nahdlatul Wathan (NW) dan pendiri Pesantren Darun Nahdlatain. TGB Zainul Majdi mengalir darah ulama.

TGB seorang gubernur dua periode 2009-2013 dan 2013-2018. Masa kecilnya mendapatkan pendidikan dari keluarganya sendiri, khususnya dari kakeknya yang pada saat itu menjadi ulama besar. Sejak kecil, ia sudah dididik untuk suka membaca. Karena dengan membaca, wawasannya menjadi luas.

Menginjak usia sekolah dasar, dalam diri TGB menunjukkan kecerdasan dan keterampilan dalam memimpin. Hal ini tentu berbeda dengan teman-teman sebayanya. Ia dengan serius mendengarkan apa yang diterangkan oleh gurunya di sekolah. Sejak kelas satu hingga kelas enam, ia selalu ditunjuk teman-temannya untuk menjadi Ketua Kelas.

Tamat dari sekolah dasar, TGB melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Mu’alimin Nahdlatul Wathan dan Madrasah Aliyah di yayasan yang sama. Tahun 1991 lulus dari Madrasah Aliyah menunjukkan minat terhadap ilmu agama makin dalam. Melanjutkan pendidikan di Ma’had Darul Qur’an wal Hadist NW Pancor selama setahun (1991-1992), dalam kurun setahun ia hafal Alquran 30 Juz sekaligus.

Melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir dengan Jurusan Tafsir dan Ilmu Alquran, Universitas terbaik di Kairo dan menjadi Universitas tertua di dunia. Kurang dari empat tahun, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi lulus dengan gelar Licenci (Lc) pada tahun 1996. Ia melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi (M.A) dengan predikat lulus Jayyid Jiddan. Kemudian melanjutkan pendidikan Program Doktor di universitas dan jurusan yang sama. Mendapat predikat lulus Martabah El-Syaraf El Ula Ma’a Haqqutba atau Summa Cumlaude.

TGB Zainul Majdi dikenal sebagai seorang pemimpin sekaligus ulama yang dicintai oleh masyarakatnya. Tak jarang beliau menanggalkan segala fasilitas yang melekat pada dirinya ketika bertemu dan mendengarkan keluhan dari masyarakat dan dengan cepat ia mencarikan solusi yang terbaik atas segala permasalahan yang ada.

Sebagai seorang pemimpin, TGB dikenal mengayomi rakyatnya, melayani, menyayangi, membela kepentingan masyarakatnya. Pemimpin dalam menjalankan amanahnya, paling tidak ada tiga aspek yang harus dijadikan pedoman dan ketiga aspek inilah yang selama ini dijadikan pedoman oleh beliau dalam memimpin NTB.

Pertama, alkhidmah bil-qalb (melayani dengan hati). Pemimpin yang melayani dengan hati adalah pemimpin yang mau mendengar, mendengar segala keluhan masyarakatnya. Pemimpin yang melayani dengan hati adalah yang dapat menahan ego kepentingan pribadi di atas kepentingan rakyatnya. Beliau selalu mementingkan kepentingan rakyat.

Kedua, alkhidmah bil-aql (melayani dengan akal pikiran). Pemimpin yang melayani dengan akal pikiran, yaitu pemimpin dengan visi-misi yang jelas, memiliki kepentingan bersama dan kepentingan untuk maju. Pemimpin yang responsif terhadap permasalahan yang muncul, TGB selalu turun langsung kepada masyarakat untuk melihat dan mencarikan solusi setiap masalah yang ada.

Ketiga, alkhidmah bil-yad (melayani dengan tangan) Pemimpin tidak hanya berorientasi sekadar memuaskan segala keinginan masyarakat yang dipimpinnya, tetapi juga mengajak rakyatnya untuk tidak hanya sukses duniawi tetapi juga dalam hal komitmen untuk ibadah dan melayani sesama.

Sering kali dalam ceramahnya, Tuan Guru Bajang selalu mengingatkan kepada semuanya. Bahwa untuk menjadi seorang pemipin, bukan hanya bertanggung jawab ketika di dunia, tetapi juga tanggung jawab di hadapan Allah Swt, dan inilah tanggung jawab yang lebih berat.

Banyak prestasi yang diterima oleh Provinsi NTB, terkhusus dalam masa kepemimpinan TGB Zainul Majdi. Mulai dari perubahan wilayah yang dipimpinnya sampai ciri khas seorang TGB menjadi Top Figure dalam memimpin.

Provinsi NTB menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keragaman budaya, agama, suku dan etnik tetapi hidup dalam kerukunan dan kesatuan bangsa. Adapun catatan adanya kerukunan tersebut terlihat dari gelaran MTQ Nasional yang diadakan di Provinsi NTB.

Terlihat bagaimana keterlibatan nonmuslim dalam agenda suksesi acara tersebut. Umat Tionghoa memasang lampu lampion di sepanjang Jalan Langko, Pejanggik dan Udayana sebagai penghias keindahan acara MTQ. Umat Hindu ikut serta dalam pengamanan jalannya MTQ Nasional hingga selesai. Sebagai bentuk kerja sama, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama.

Secara pribadi, TGB selama memimpin NTB, banyak prestasi diukirnya. Melalui Pemerintah Dalam Negeri, menganugerahkan Leadership Award kepada Gubernur NTB sebagai Kepala Daerah (Gubernur) Terbaik dalam kepemimpinan birokrasi dan sosial.

Salah satu ciri khas seorang pemimpin adalah seorang yang kharismatik. Memiliki daya Tarik dan pesona kepemimpinan melekat dalam diri seorang TGB Zainul Majdi. Pemimpin kharismatik umumnya memiliki visi misi dan tujuan yang jelas.

Tuan Guru Bajang Zainul Majdi adalah sososk pemimpin karismatik yang unik dan sangat jarang kita temui akhir-akhir ini. Dilantik pada tahun 2009-2013 setelah dinyatakan menang dalam pemilihan Gubernur NTB. Visi-Misi yang dulu disampaikan dalam kampanye dan sekarang sudah diimplementasikan, tak heran jika beliau kembali terpilih menjadi Gubernur NTB untuk kedua kalinya di periode 2013-2018.

Seorang gubernur sekaligus ulama yang dicintai masyarakatnya, TGB Zainul Majdi juga aktif dalam mengisi khotbah dan kajian tafsir dan secara rutin mengisi agenda tersebut. Ini juga menjadi poin kuat Zainul Majdi sebagai gubernur dan sekaligus menjadi ulama komplet dan tidak diragukan lagi kapasitasnya. Bahkan sampai ketika sudah tidak menjabat sebagai gubernur, beliau masih aktif dalam kegiatan sosial keagamaan.

Penulis buku ini mengajak pembaca untuk melihat sisi unik dan latar belakang seorang tokoh nasional, Dr. KH. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A. Mulai dari nasab keluarga, latar belakang pendidikan, gaya kepemimpin dan prestasi yang pernah diraih oleh beliau. TGB Zainul Majdi adalah figur pemimpin yang sangat relevan kita jadikan teladan. Di saat Indonesia sedang mencari sosok pemimpin ideal yang menggabungkan unsur nasionalis dan religius dengan segudang prestasi, TGB Zainul Majdi adalah jawabannya.

Buku ini terdapat beberapa kelebihan, mulai dari gaya bahasa yang mudah untuk dipahami dan menguak sisi yang sangat jarang diketahui oleh publik akan sosok TGB Zainul Majdi. Buku ini juga terdapat beberapa kekurangan seperti banyaknya tulisan yang typo (salah ketik) dan juga kualitas kertas yang kurang bagus. Sehingga alangkah baiknya jika tulisan ini dikemas dengan bahasa yang baik tanpa ada kesalahan dalam hal penulisan serta dicetak diatas kertas yang bagus.

Buku Biografi TGB Zainul Majdi ini patut dijadikan referensi untuk mengenal sosok tokoh muda Indonesia dengan segala prestasi yang telah diraihnya, di tengah banyaknya tokoh-tokoh muda, seorang wakil rakyat maupun kepala daerah yang banyak terkena kasus hukum speerti korupsi, gratifikasi maupun kasus hukum lainnya. Hdirnya TGB Zainul Madji menjadi angin segar bahwa masih banyak anak-anak muda dan tokoh yang dapat kita jadikan panutan.

Riwayat buku:
  • Judul: Biografi TGB Zainul Majdi 
  • Penulis: Achmad Chasan Mas’udi dan Muchammad Qosim FN 
  • Penerbit: CV. Istana Agency
  • Cetakan: I, September 2018
  • Tebal: 144 halaman
  • ISBN: 978-602-5430-27-5
Latest posts by Deshandra Yusuf Siswan Atmadja (see all)