Tuntut Kenaikan Upah, Gebrak akan Kepung Istana Merdeka

Tuntut Kenaikan Upah, Gebrak akan Kepung Istana Merdeka
©KompasTV

Nalar Politik – Menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat, Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) berencana mengepung Istana Merdeka di Jakarta pada Senin pekan depan, 29 November 2021.

Bergabung dengan mahasiswa, aliansi buruh ini hendak memastikan agar Presiden Jokowi berpihak kepada rakyat, dalam hal ini rakyat buruh atau pekerja.

“Kita serukan kepada kawan-kawan kita, kepada seluruh aliansi-aliansi di kota/kabupaten, kepada seluruh serikat-serikat pekerja, ayo kita bergerak sama-sama di tanggal 29. Kita kepung istana dan kita pastikan Presiden Jokowi berpihak kepada kita,” kata perwakilan Komite Politik Buruh Indonesia (KPBI) yang juga merupakan bagian dari Gebrak, Andi Panca, dalam konferensi persnya, Jumat (26/11).

Pihaknya berharap tidak ada kekosongan hukum setelah MK membacakan putusan pembatalan UU Cipta Kerja.

“Kita minta pertanggungjawaban kepada Presiden Jokowi agar mengambil sikap pasca-putusan MK itu sudah dibacakan. Jangan sampai ada kekosongan hukum. Jangan sampai kemudian presiden ini mengabaikan hasil putusan MK.”

Adapun bentuk tuntutannya adalah mendesak Presiden Jokowi untuk menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait kenaikan upah 2022.

“Maka hal yang harus dilakukan adalah presiden, kalau berpihak sama rakyatnya yang mayoritasnya adalah kelas pekerja, harus mengeluarkan Keppres, Keputusan Presiden, yang menaikkan upah di tahun 2022 untuk menyelamatkan, untuk melindungi rakyat mayoritas.”

Bagi Andi Panca, hati rakyat pekerja sudah terpanggil kembali untuk melakukan aksi besar-besaran. Karena itu, pihaknya akan memobilisasi massa dari daerah-daerah untuk bisa menyampaikan aksi di Istana Merdeka.

“Gebrak akan berupaya melakukan mobilisasi sebesar-besarnya. Kemungkinan besar dengan semua gerakan buruh yang lainnya. Puluhan ribu akan kita kerahkan ke kota, akan kita kerahkan untuk ke istana agar presiden bersikap dan mendukung perjuangan rakyat pekerja.”

Sementara itu, perwakilan Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi Dewan Nasional (LMND DN), Aldi, juga menyerukan agar mahasiswa di berbagai daerah untuk ikut serta dalam aksi pada 29 November 2021 mendatang.

“Kami dari LMND DN juga menyerukan di setiap provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia menyerukan dalam proses aksi massa yang mencoba untuk bahu-membahu melakukan penggalangan solidaritas kekuatan rakyat untuk menuntut Jokowi mengeluarkan Keppres.”

Menurut Aldi, masalah buruh kali ini akan menjadi satu masalah besar bagi kaum muda di kemudian hari jika tidak ikut andil dalam perubahan. [de]

Baca juga: